Berita Pendidikan : 20 Maret 2013, Mendikbud: Saya Merasa Tersinggung

1) Mendikbud: Saya Merasa Tersinggung
http://kampus.okezone.com/read/2013/03/20/373/778715/mendikbud-saya-merasa-tersinggung

Rabu, 20 Maret 2013 13:46 wib
LAMPUNG – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohamad Nuh berangkat ke Lampung untuk melakukan peletakan batu pertama kampus Institut Teknologi Sumatera (Itera). Selain meletakkan batu pertama di Itera, M Nuh juga turut serta dalam rapat koordinasi gubernur se-Wilayah Sumatera. Namun, usai menghadiri pembukaan rapat koordinasi gubernur se-Wilayah Sumatera dan rakor MP3EI ini, dia merasa tersinggung. Apa pasal mantan rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya periode 2003–2006 ini tersinggung? Dia tersinggung bukan karena ada ucapan ataupun sikap seseorang. Mantan menteri komunikasi dan informatika (Menkominfo) ini merasa “tersinggung” lantaran begitu keluar pintu, dia disambut oleh para wanita penerima tamu yang bertubuh jangkung. Melihat hal ini, M Nuh sontak berkata. “Wah tinggi-tinggi ya, merasa tersinggung saya jadinya kalau melihat yang tinggi-tinggi ini,” kata M Nuh diiringi tawanya kala ditemui di Novotel, Lampung, Rabu (20/3/2013). Seperti diketahui, M Nuh dikukuhkan sebagai rektor ITS pada 15 Februari 2003. Pada tahun yang sama, Nuh dikukuhkan sebagai guru besar (profesor) bidang ilmu Digital Control System dengan spesialisasi Sistem Rekayasa Biomedika.Dia adalah rektor termuda dalam sejarah ITS, yakni berusia 42 tahun saat menjabat.

…dst

2) Mendikbud: Itera Akan Jadi Tulang Punggung Sumatra

http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/13/03/20/mjyjml-mendikbud-itera-akan-jadi-tulang-punggung-sumatra

Rabu, 20 Maret 2013, 18:51 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,BANDARLAMPUNG--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menegaskan bahwa Institut Teknologi Sumatera (Itera) akan menjadi tulang punggung kemajuan Pulau Sumatra dan Indonesia, karena akan mendidik 80 ribu mahasiswa teknik yang berkualitas. “Mahasiswa yang dibutuhkan Sumatera untuk pembangunan seharusnya mencapai 15 persen, namun saat ini baru dapat menampung sebanyak 11 persen,” kata M Nuh, usai pembukaan Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera di Hotel Novotel Bandarlampung, Rabu.Selain menghadiri Rakorgub se-Sumatera, Mendikbud M Nuh juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kampus Institut Teknologi Sumatera di Bandarlampung, dengan menandatangani prasasti dimulainya pembangunannya.

…dst

3 ) Pembangunan Itera Telan Rp 2T
http://kampus.okezone.com/read/2013/03/20/373/778692/pembangunan-itera-telan-rp2-t

Rabu, 20 Maret 2013 13:26 wib
LAMPUNG – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai membangun kampus Institut Teknologi Sumatera (Itera). Menempati lahan seluas 300 hektare (ha) di bagian selatan Sumatera, dana pembangunan Itera diperkirakan mencapai Rp2 triliun. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyatakan, dana pembangunan diambil dari APBN dan APBD. Dengan begitu, pemerintah bisa leluasa mengerjakan proyek pembangunan Itera tanpa harus memikirkan utang. “Setahun kita butuhkan sekira Rp200 miliar-Rp300 miliar. Nanti kita hitung, total dana pembangunan itu Rp2 triliun. Karena ini bertahap, maka tidak akan terasa,” ujar Nuh, pada acara rapat koordinasi gubernur se-Wilayah Sumatera, di Hotel Novotel, Lampung, Rabu (20/3/2013). Mantan menteri komunikasi dan informatika (Menkominfo) itu mengimbuh, pembangunan akan dilakukan bertahap. Diperkirakan, kampus Itera akan rampung dalam tiga hingga empat tahun mendatang. Kampus Itera nantinya akan menjadi institut teknik negeri di Sumatera. Di kampus ini, mahasiswa bisa belajar tentang berbagai teknologi mulai dari pangan, elektronika, mekanika, dsb. Nuh berharap, Itera tidak hanya akan menjadi penyokong pendidikan teknologi di Lampung dan Sumatera, tetapi juga di Indonesia. Bahkan, Kemendikbud menyiapkan Itera sebagai kampus berkelas dunia.

…dst

4) Aturan Kuliah Bebas Pungutan Disahkan Pekan Depan

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/20/079468192/Aturan-Kuliah-Bebas-Pungutan-Disahkan-Pekan-Depan

Rabu, 20 Maret 2013 | 12:55 WIB
TEMPO.CO, Jakarta – Program uang kuliah tetap untuk perguruan tinggi negeri pada tahun ajaran 2013/2014 bakal disahkan pekan depan. Kelak, mahasiswa tidak lagi dipungut biaya macam-macam selain uang kuliah tetap. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, draft aturan sudah pada tahap finalisasi. Tahap selanjutnya tinggal presentasi. “Hari ini Dikti bertemu dengan para wakil rektor seluruh PTN untuk menyelesaikan draf tersebut,” kata Nuh ketika ditemui di kantornya, Selasa, 19 Maret 2013. Dia menjelaskan, program ini harus segera cepat diselesaikan agar calon mahasiswa baru sudah melihat berapa dana kuliah yang harus dibayarkan per semesternya sebelum mendaftar. Nuh mengatakan, program uang kulian konsep (UKT) sebagai jawaban atas keluhan masyarakat bahwa uang yang ditarik dari mahasiswa terlalu banyak. Selain biaya kuliah per semester, selama ini mahasiswa masih dibebani berbagai sumbangan, mulai dari pembangunan gedung, biaya praktikum, dan masih banyak lagi.

5) 16 PTN Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Chairul Tanjung Foundation
http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/1137

03/19/2013
Jakarta — Menyongsong tahun pelajaran baru tahun 2013/2014, SMA Unggulan Chairul Tanjung Foundation (CTF) berkomitmen menjadi provider siswa kurang mampu berprestasi bagi program beasiswa Bidikmisi. Untuk itu, Chairul Tanjung Foundation yang diwakili oleh Anita Chairul Tanjung menandatangani nota kesepahaman bersama 16 rektor universitas dan direktur politeknik. Penandatanganan yang dilakukan di Graha Utama Kemdikbud, Selasa (19/3), disaksikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Chairul Tanjung, dan Sekretaris Jenderal Kemdikbud Ainun Na’im. Rencananya, sebanyak 100 orang lulusan SMA Unggulan CTF tahun ini akan masuk jalur penerimaan mahasiswa baru dengan program beasiswa Bidikmisi.Ke 16 PTN tersebut adalah Universitas Andalas, Universitas Airlangga, Universitas Padjajaran, Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Sebelas Maret, Universitas Negeri Yogyakarta, Politeknik Manufaktur Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Sumatera Utara, Universitas Negeri Malang, Institut Pertanian Bogor, Politeknik Elektronika Surabaya, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Universitas Sriwijaya.

…dst

6) Pemerintah Didesak Tindak Tegas Kampus Ilegal
http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/03/18/3/139297/Pemerintah-Didesak-Tindak-Tegas-Kampus-Ilegal

Senin, 18 Maret 2013 | 10:07 WIB
Metrotvnews.com, Sleman: Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) mendesak Ditjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menindak tegas perguruan tinggi ilegal. Keberadaan perguruan tinggi tidak legal itu, kata Ketua Aptisi Edy Suandi Hamid, akan menimbulkan kebingungan dan sekaligus kerugian dalam masyarakat.
Tetapi, dia juga berharap, dalam upaya penertiban tidak mengorbankan mahasiswa yang sudah kuliah di perguruan tinggi ilegal. “Para mahasiswanya harus diselamatkan, mereka tetap harus memperoleh hak untuk kuliah di perguruan tinggi legal,” jelas Edy. Dia menegaskan, perguruan tinggi ilegal memang harus ditutup namun mahasiswanya harus ditampung di perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi secara legal.

…dst

 

7 ) Ajak Bangun Radar Indonesia
http://its.ac.id/berita.php?nomer=11798

20 Maret 2013
Pertahanan wilayah Indonesia sampai saat ini masih menjadi masalah yang belum terselesaikan. Bahkan alat-alat pertahanan Indonesia masih sering impor dari luar negeri. Lebih dari 700 radar dibutuhkan untuk menjaga pertahanan RI. Sudah saatnya Indonesia mengembangkannya sendiri. Jurusan Teknik Elektro, ITS Online – Seminar dan workshop bertajuk Indonesia Radar (Indera) pada Selasa (19/3) mengingatkan pentingnya isu tersebut. Untuk memenuhi penjagaan terhadap wilayah yang luas, radar yang dibutuhkan oleh Indonesia harus cukup banyak pula jumlahnya. “Radar di Indonesia masih terbatas, kalau pun ada, radar itu masih digunakan dalam sebuah kapal,” tutur pembicara Oktanto Dedi ST.Membuat radar sendiri sebenarnya tak mustahil. Dedi mewakili sebuah perusahaan bernama PT Dua Empat Tujuh yang sudah membuat radar sejak tahun 2010 silam. Kali ini, mereka fokus terhadap pengembangan jenis array radar. Mereka turut mengajak pemerintah serta beberapa universitas teknik untuk bekerjasama. “Kebanyakan radar saat ini adalah radar dengan antena yang berputar, akan tetapi radar kali ini kita buat yang lebih canggih lagi. Kami berharap ITS bisa turut berpartisipasi,” lanjut Dedi.

…dst

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Name *
Email *
Website