Berita Pedidikan : 21 Maret 2013, Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Segera Dibentuk

1) Dicari, 91 Ribu Insinyur!
http://kampus.okezone.com/read/2013/03/21/373/779224/dicari-91-ribu-insinyur

Kamis, 21 Maret 2013 11:01 wib
LAMPUNG – Dua tahun lalu, pemerintah meluncurkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Indonesia (MP3EI). Program ini bertujuan memajukan perekonomian Indonesia dengan menggeliatkan roda ekonomi sampai ke daerah-daerah terpencil. Untuk mencapai target MP3EI, pemerintah pun membagi Indonesia ke dalam enam koridor besar yakni Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Kemudian, pembangunan di keenam koridor ini disesuaikan dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki tiap koridor. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh menyatakan, guna memenuhi target tersebut, maka Indonesia membutuhkan tenaga kerja di bidang industri dalam jumlah banyak. Terutama dari kalangan insinyur, atau lulusan pendidikan teknik, baik dari institut maupun universitas.
Sayangnya, hingga saat ini Indonesia baru memiliki dua institut teknik negeri yakni Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya. Kedua kampus teknik sepuh ini tentu tidak dapat memenuhi kebutuhan Indonesia akan insinyur.

…dst

2 ) Akreditasi Program Studi di PT Bermasalah
http://edukasi.kompas.com/read/2013/03/21/12143273/Akreditasi.Program.Studi.di.PT.Bermasalah

Kamis, 21 Maret 2013 | 12:14 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Akreditasi program studi di perguruan tinggi negeri dan swasta masih bermasalah. Padahal, mengacu pada UU No 12 Tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi, hanya program studi terakreditasi yang legal mengeluarkan ijazah. Padahal, sampai saat ini masih ada ribuan program studi yang belum terakreditasi karena masih dalam proses atau belum diajukan. Meskipun ada kebijakan untuk menganggap program studi terakreditasi minimal atau C bagi yang belum diproses, tetapi masih memiliki izin dengan mengacu pada Undang-Undang No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, persoalan akreditasi program studi di perguruan tinggi perlu ditangani secara serius. Perguruan tinggi diberi waktu enam bulan terhitung Maret-September 2013 untuk mengurus kembali akreditasi minimal tersebut.
Ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Mansyur Ramly di Jakarta, Kamis (21/3/2013), mengatakan program studi yang perlu diproses BAN-PT, yang tersisa di tahun 2012, ada sekitar 2.400 program studi.

…dst

3 ) PTS Belum Terakreditasi Boleh Keluarkan Ijazah
http://edukasi.kompas.com/read/2013/03/21/18012320/PTS.Belum.Terakreditasi.Boleh.Keluarkan.Ijazah

Kamis, 21 Maret 2013 | 18:01 WIB
SEMARANG, KOMPAS.com – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Jawa Tengah menyatakan PTS yang belum terakreditasi tak perlu khawatir karena masih boleh mengeluarkan ijazah.”Dengan catatan, program studi yang izin penyelenggaraannya sudah diterbitkan sebelum tanggal 10 Agustus 2012,” kata Sekretaris Aptisi Jateng, Prof Yohanes Sutomo di Semarang, Kamis (21/3/2013). Hal itu sesuai dengan surat edaran (SE) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nomor 160/E/AK/2013 tertanggal 1 Maret 2013 tentang Izin Penyelenggaraan dan Akreditasi Program Studi. Sebelum dikeluarkan kebijakan itu, PTS yang belum terakreditasi terancam bakal tak bisa mengeluarkan ijazah dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

…dst

4 ) Lembaga Akreditasi Mandiri Segera Dibentuk
http://edukasi.kompas.com/read/2013/03/21/13175950/Lembaga.Akreditasi.Mandiri.Segera.Dibentuk

Kamis, 21 Maret 2013 | 13:17 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Mengacu pada Undang-Undang No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, ada perubahan peran Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) terkait akreditasi. Penjaminan mutu pendidikan tinggi lewat akreditasi dilaksanakn BAN-PT untuk perguruan tinggi, sedangkan program studi dilaksanakan lembaga akreditasi mandiri (LAM) yang direkomendasikan BAN-PT kepada pemerintah. Menurut Ketua BAN-PT Mansyur Ramly di Jakarta, Kamis (21/3/2013), pembicaraan untuk pembentukan LAM sudah muncul dari berbagai pihak. Rencana pembentukan LAM dari masyarakat sesuai rumpun keilmuan, misalnya datang dari perguruan tinggi kesehatan. “Ini yang paling siap. Namun, masih menunggu proses pembentukan badan hukum di Kemenhumham,” kata Mansyur.

…dst

5 ) “Membina” PTS
http://edukasi.kompas.com/read/2013/03/21/09471975/Membina.PTS

Kamis, 21 Maret 2013 | 09:47 WIB Oleh Elfindri, Mantan Koordinator Kopertis X
KOMPAS.com – Sekitar 70 persen anak Indonesia pada usia emasnya mendapatkan pendidikan di perguruan tinggi swasta. Ironisnya, pembinaan terhadap PTS sangat minim, sementara persoalan internal sangat kompleks. Belum lagi soal konflik internal, mutu dosen, dan akuntabilitas penyelenggaraannya. Pemerintah terlena memperhatikan perguruan tinggi negeri (PTN), tapi lupa mengapitalisasi gagasan untuk memajukan perguruan tinggi swasta (PTS). Pendidikan tinggi Indonesia menghadapi tantangan berat. Dikatakan berat karena ada rencana untuk meningkatkan tenaga kerja terdidik. Proporsi tenaga kerja tahun 2025 diperkirakan akan diisi oleh 8 persen lulusan berpendidikan strata satu (S-1) dan 8 persen diploma I-III (D-I/D-III). Artinya, komposisi tenaga kerja terdidik akan menjadi 16 persen. Sementara tahun 2010, komposisi angkatan kerja tersebut tidak lebih dari 7,5 persen, terdiri atas 2,6 persen berpendidikan S1 dan sisanya tamatan D-I hingga D-III. Sekarang ada sekitar 4,5 juta anak pada masa usia emas yang dilayani oleh 95 PTN dan sekitar 3.000 PTS besar dan kecil. Sekitar 70 persen anak-anak yang mengecap pendidikan tinggi menghabiskan masa emasnya di PTS, dan sisanya di PTN.

6) Gadis Kecil Penemu Fosil Dinosaurus Terbang
http://www.jpnn.com/read/2013/03/21/163742/Gadis-Kecil-Penemu-Fosil-Dinosaurus-Terbang-

Kamis, 21 Maret 2013 , 12:08:00
SEBUAH fosil dinosaurus didedikasikan atas nama seorang gadis belia, yang menemukan sisa-sisa hewan zaman purbakala itu ketika usianya masih lima tahun. Kalangan Palaeontolog sepakat, bahwa sisa-sisa fosil yang ditemukan di hamparan pantai Isle of Wight pada tahun 2008, adalah salah satu spesies terbaru dari dinosaurus terbang.
Sisa fosil itu ditemukan oleh Daisy Morris, yang kini berusia sembilan tahun. Morris telah mengumpulkan koleksi fosil hewan, sejak usianya masih lima tahun. Para pakar menggambarkan kamar tidurnya menyerupai museum sejarah alam. Dia menemukan fosil, saat liburan di pantai Selatan Isle of Wight, yang berada tak jauh dari rumah mereka di Whitwell. Sejak menemukan tulang pertama, ia terus mengumpulkan tulang-tulang berikutnya. Keluarganya pun membawa sisa tulang belulang itu ke ahli dinosaurus Martin Simpson. Hasil temuan Morris junior pun diakui memiliki arti penting bagi ilmu pengetahuan. Selama lima tahun terakhir, ahli fosil lainnya Darren Naish dan Gareth Dyke telah mempelajari fosil-fosil temuan Morrish. Hasil temuan itu baru diumumkan akhir pekan lalu.

…dst

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Name *
Email *
Website