Bukan Rektor, Tapi Presiden

Catatan Dari Lawatan Kerja Unitomo Ke Thailand – Bagian II

 

Hari pertama, Senin (16/11) pagi seusai sarapan di hotel, tepat jam 8.30 rombongan sudah siap meluncur ke kampus pertama yang akan dikunjungi, yaitu Rajamangala University of Technology Thanyaburi (RMUTT). Salah satu PTN terbesar di Thailand ini terletak di Distrik Thanyaburi, wilayah propinsi Pathum Thani. Perjalanan memakan waktu sekitar 1,5 jam, dengan menggunakan mobil van dan sopir sama seperti yang digunakan sehari sebelumnya. 1 mobil pinjaman dari KBRI di Thailand, dan 1 lagi sewaan dari sebuah rental setempat.

DSCN2022
Siap-siap berangkat ke RMUTT, berfoto dulu sambil nunggu anggota rombongan lain kumpul di lobi hotel.

Tiba di kampus RMUTT yang luas dan asri di kawasan Rangsit Nakhonnayok, Tambon Klong Hok sekitar jam 10 pagi, rombongan diterima Assoc. Prof. Natha Kuptasthien, Ph. D. yang menjabat Pembantu Presiden Bidang Kerjasama Internasional di Mangala Ubon Conference Room. Prof. Natha, begitu ia biasa disapa, didampingi sejumlah dekan fakultas dan beberapa staf International Relations Office (IRO). Di RMUTT pimpinan kampus ternyata tidak disebut rektor, tapi presiden. Sama seperti ketua BEM di Unitomo yang juga disebut presiden.

IMG_8226 - Copy
Suasana pertemuan di Mangala Ubon Conference Room President’s Office RMUTT

Rundown pertemuan kedua delegasi disusun Wenson, staf IRO yang sekaligus bertindak sebagai Liaision Officer (LO). Di sesi pertama, Prof. Natha dan Dr. Bachrul Amiq bergantian memberi sambutan dan memperkenalkan anggota delegasi masing-masing.

IMG_8257 - Copy
Assoc. Prof. Natha Kuptasthien, Ph. D bertukar cindera mata dengan Dr. Bachrul Amiq

Dalam sambutannya, Prof. Natha sempat menjelaskan bahwa presiden RMUTT, seperti halnya presiden PTN-PTN lain di Thailand, merupakan simbol representasi raja. Seperti diketahui Thailand merupakan negara penganut sistem monarki konstitusional yang dipimpin raja secara turun temurun sebagai kepala negara. “Jadi segala urusan kampus sehari-hari yang menangani adalah para wakil dan pembantu presiden di tingkat universitas, serta para dekan di tingkat fakultas. Presiden sangat jarang berada di kampus, kecuali jika ada acara-acara seremonial yang penting seperti wisuda misalnya”, ujar wanita berambut panjang tergerai ini.

Trio Dr. Ully Tampubolon, Drs. Hartopo Eko Putro, MSi dan Drs. Syamsuri Ariwibowo sedang berdiskusi bersama koleganya dari Faculty of Mass Communication Technology & Faculty of Liberal Arts RMUTT

Menyinggung tentang draft MoU kerjasama yang beberapa hari sebelumnya telah dikirim Dr. Ully Tampubolon sebagai Direktur IRO Unitomo, Prof. Natha menyatakan sangat menyambut baik dan berjanji akan segera mengajukannya ke presiden untuk ditandatangani. “Ketentuannya di RMUTT memang demikian Karenanya, hari ini saya mengajak sejumlah dekan untuk mendiskusikan dan mematangkan hal-hal yang bisa dikerjasamakan dan dituangkan, bukan saja dalam MoU tapi juga Memorandum of Agreement (MoA) agar bisa diimplementasikan segera setelah ditandatangani presiden kami dan rektor Unitomo”, papar Prof. Natha.

DSCN5461 - Copy
Ir. Zafrin Zuraidah, MT sedang berdiskuasi dengan koleganya dari Faculty of Engineering RMUTT

RMUTT, tambah Prof. Natha, memang sudah merencanakan untuk menjalin kerjasama dengan kampus-kampus di Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya. “Ini merupakan satu hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, mengingat MEA sudah di depan mata, tinggal menunggu hitungan bulan”, ujarnya.

DSCN5468 - Copy
Ir A. Kusyairi, MSi sedang berdiskusi dengan koleganya dari Faculty of Agriculture Technology RMUTT

Sementara itu, dalam sambutannya, rektor Unitomo Dr. Bahrul Amiq menyampaikan harapannya untuk bisa segera menjalin kerjasama. “Kami ingin belajar dari RMUTT yang sudah punya pengalaman kerjasama internasional jauh lebih luas dari kami, termasuk dalam mengelola kelas internasional untuk sejumlah program. Karena itu, kami berharap bisa segera menindaklanjuti kerjasama ini. Kami tidak ingin MoU dan MoA yang ditandatangani ini nantinya menjadi monumen atas Sleeping Cooperation diantara kedua universitas karena tidak pernah diikuti dengan kegiatan-kegiatan lanjutannya”, ujar Amiq.

DSCN5470 - Copy
Suasana diskusi Drs. Siswanto, MSi & Dr. Bachrul Amiq.
DSCN5481 - Copy
Suasana diskusi bersama kolega dari Faculty of Business Administration yang juga diikuti Pembina YPCU Prof. Dr. Eddy Yunus

RMUTT sendiri saat ini menyelenggarakan pendidikan mulai jenjang S1, S2 dan S3 di 10 fakultas. Selain membuka program dalam bahasa Thailand, kampus ini juga sudah membuka sejumlah kelas internasional dengan bahasa Inggris sebagai pengantar, antara lain program Business English, Computer Information System, Marketing, dan International Business Administration.

Dalam sesi diskusi antar dekan seusai sambutan pengantar masing-masing ketua delegasi, akhirnya disepakati bahwa semua fakultas di Unitomo, kecuali Fakultas Hukum, bisa menjalin kerjasama dengan fakultas-fakultas yang membina program studi sejenis di RMUTT. Beberapa hal yang akan dikerjasamakan dan dimasukkan dalam MoA, antara lain mengenai kegiatan pertukaran mahasiswa, pengiriman dosen untuk studi lanjut, penelitian bersama serta penerbitan publikasi ilmiah untuk sejumlah program studi.

Prof. Didik Sulistyanto, menyambut baik poin-poin kerjasama ini. Apalagi, menurutnya, Kemenristek Dikti RI saat ini tengah memiliki program untuk mendorong internasionalisasi kampus-kampus di Indonesia. “Syaratnya, Unitomo harus segera melaporkan MoU yang sudah ditandatangani ke Kemenristek Dikti, dilengkapi Memorandum of Agreement (MoA) dan Letter of Acceptance (LoA) yang menyangkut hal-hal lteknis terkait impementasi kerjasama”, ujar Prof. Didik saat berkesempatan menyampaikan paparan di penghujung acara diskusi.

Sekitar jam 2 siang, sesi diskusi selesai. Setelah saling bertukar cindera mata dan foto bersama rombongan meninggalkan kampus RMUTT dilepas Prof. Natha dan kolega hingga di pintu mobil van yang akan mengantar rombongan balik ke hotel.(dp)

 

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Name *
Email *
Website