Kunjungi 2 Kampus Sehari, Makan Siang di Kantin KBRI

Catatan Dari Lawatan Kerja Unitomo Ke Thailand – Bagian IV

Hari ke tiga, Rabu (18/11), merupakan hari dengan jadwal terpadat. Ada 2 kampus yang harus dikunjungi — Bangkok University dan Dhurakij Pundit University. Keduanya merupakan PTS yang cukup besar dan terkenal di Thailand.

IMG_8288 - Copy
Suasana pertemuan dengan jajaran pimpinan Bangkok University

Bangkok University bisa disebut salah satu PTS tertua di Thailand. Berdiri tahun 1962 kampus ini kini memiliki 11 fakultas. Beberapa diantaranya sudah menyelenggarakan kelas internasional, baik untuk jenjang S1, S2 maupun S3.

IMG_8301
Asst. Prof. Dr. Boonrod Vuthisatkul , Executive Vice President for Special Projects Bangkok University memberi cindera mata Prof. Dr. Eddy Yunus, ST, MM, Ketua Pembina YPCU.

Asst. Prof. Dr. Boonrod Vuthisatkul yang menjabat Executive Vice President for Special Projects menerima rombongan bersama sejumlah dekan di kantor presiden kampus yang terletak di kawasan Rangsit, agak di luar kota Bangkok. Setelah berdiskusi selama kurang lebih 1,5 jam membahas kerjasama universitas, rombongan dibawa keliling melihat sejumlah fasilitas naik semacam “kereta kelinci” yang setiap 30 menit berkeliling kampus.

IMG_8322
Naik kereta keliling kampus Bangkok University.

Diantara semua fasilitas ini, yang paling menarik perhatian rombongan ialah sejumlah fasilitas pendukung produksi siaran tevevisi seperti laboratorium, ruang Master Control, Editing Room, dan sebagainya. Dekan Fikom Unitomo Drs. Hartopo Eko Putro, MSi tampak antusias menanyakan berbagai hal terhadap Dr. Peeraya Hanpongpandh, dekan School of Communication Arts Bangkok University, yang juga tidak kalah antusias menjelaskan berbagai hal terkait berbagai fasilitas yang dimiliki.

Suasana di Studio TV Scool of Communication Arts Bangkok University

Hampir setengah jam rombongan menghabiskan waktu mengikuti kedua dekan yang sama-sama lincah dan cepat akrab ini blusukan melihat berbagai fasilitas broadcasting yang dimiliki kampus ini. “Pantas saja jika mereka meng-klaim sebagai salah satu Fikom terbaik di ASEAN. Wong di kampusnya mereka punya 3 studio TV yang peralatannya tidak kalah canggih dan lengkap dengan yang dimiliki stasiun-stasiun tv komersial di Indonesia”, ujar Papi, panggilan akrab Hartopo.

Melihat ini, Bachrul Amiq meminta Papi untuk betul-betul mempersiapkan MoA dan juga Letter of Acceptance (LoA) dengan School of Communication Arts Bangkok University ini agar benar-benar bisa segera ditindaklanjuti. “Sayang sekali jika kita sudah punya hubungan baik dengan mereka tapi tidak bisa memanfaatkannya untuk mengembangkan Fikom Unitomo”, demikian pesan Amiq.

DSC00566
Rombongan berpose di depan kantor KBRI Bangkok.

Tepat jam 1 siang rombongan pamit dan dilepas jajaran pimpinan Bangkok University di depan gedung perpustakaannya yang megah dan luas. Tidak langsung menuju Dhurakit Pundit University, tapi ke kantor KBRI Bangkok di kawasan Petchburi Road untuk makan siang. Rombongan sebenarnya juga diagendakan untuk bisa bertemu Duta Besar RI untuk Thailand, Luthfi Rauf, Namun karena ia sedang tidak berada di tempat, maka agenda ini pun dibatalkan, dan buah tangan yang sudah disiapkan untuknya dari Surabaya pun hanya bisa dititipkan melalui salah seorang stafnya.

Meski begitu, rombongan Unitomo tetap terhibur dengan sajian sambel goreng hati dan aneka masakan rumahan khas Indonesia lain yang disajikan secara prasmanan di kantin KBRI. Apalagi salah satu ibu anggota Dharma Wanita KBRI yang melayani ternyata adalah arek Rungkut dan tentu bisa bahasa Suroboyoan.

Tidak banyak waktu yang tersedia untuk makan siang dan sholat dhuhur di KBRI, sebab jam 3 sore rombongan sudah harus sampai di kampus Dhurakit Pundit University (DPU) yang terletak kurang lebih 1 jam perjalanan dari kantor KBRI Bangkok. Di kampus yang amat terasa atmosfir multikulturalisnya inilah, rombongan untuk kali pertama selama lawatan kerja ini bisa bertemu langsung dengan orang nomor satu di kampus yang dituju, yaitu Presiden Dr. Varakorn Sarakoses.

IMG_8346
Suasana pertemuan dengan jajaran pimpinan Dhurakit Pundit University

Pria murah senyum yang menyelesaikan pendidikan master dan doktornya di Kansas University, AS, ini menerima rombongan di ruang pertemuan kantornya yang terletak di kawasan Prachachuen, Laksi, Bangkok. Dalam pertemuan yang dihadiri hampir seluruh unsur pimpinan tingkat universitas maupun fakultas ini, Dr. Varakorn menyampaikan apresiasinya terhadap rencana kerjasama Unitomo dan DPU.

DSCN5601
Drs. Syamsuri Ariwbowo berdiskusi dengan dekan Faculty of Arts Dhurakit Pundit University.

DPU sendiri saat ini memiliki 12 fakultas yang menyelenggarakan pendidikan mulai dari jenjang S1, S2 dan S3. Beberapa diantaranya juga telah memiliki kelas internasional.

DSCN5603
Dr. Siti Marwiah, MH & Dr. Bachrul Amiq, MH berdiskusi dengan dekan Faculty of Law Dhurakit PUndit University.

Karena sudah menerima, mempelajari dan pada prinsipnya setuju dengan draft yang diajukan Unitomo, maka acara penandatanganan MoU diantara DPU dan Unitomo pun akhirnya bisa dilangsungkan sore hari itu. Dr. Varakorn dan Dr. Bachrul Amiq masing-masing membubuhkan tandatangan di atas berkas yang memang sudah disiapkan, disaksikan semua anggota delegasi DPU dan Unitomo.

IMG_20151118_150054
Drs. Basuki Nugroho dan Drs. Mulyato, M.Hum berdiskusi dengan dekan Faculty of Business Administration Dhurakit PUndit University

Namun meski MoU sudah ditandatangani, Dr.Bachrul Amiq saat berkesempatan memberi sambutan mengingatkan agar para dekan kedua universitas tetap fokus dan serius mempersiapkan MoA. “Tanpa MoA yang applicable, MoU yang barusan ditandatangani hanya akan menjadi monumen yang tidak menghasilkan apa-apa bagi kampus kita masing-masing”, ujarnya.

DSCN5596
Penandatanganan MoU oleh Rektor Unitomo Dr. Bachrul Amiq, MH dan presiden Dhurakit Pundit University, Dr. Varakorn Sarakoses.

Ada 6 fakultas di Unitomo yang bisa menindaklanjuti MoU yang sudah ditandatangani itu dengan MoA agar bisa segera diimplementasikan, yaitu Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas Sastra, Fakultas Ilmu Komunikasi, dan Fakultas Hukum. Ada pun poin-poin yang akan dikerjasamakan dan diatur dalam MoA disepakati mencakup kegiatan pertukaran mahasiswa, studi lanjut dosen, penelitian bersama, publikasi bersama, serta pelaksanaan seminar atau konferensi bersama yang melibatkan kedua universitas. “Tentang Transfer Credit, Joint Degree dan terutama Double Degree, masih akan dibicarakan kemudian. Namun poin-poin itu bisa tetap dimasukkan dalam MoA, terutama untuk beberapa fakultas yang siap untuk itu”, ujar Drs. Mulyanto, M.Hum, wakil rektor 3 Unitomo bidang kerjasama. (dp)

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Name *
Email *
Website