Hadapi MEA Unitomo Gandeng PT Thailand

Catatan Dari Lawatan Kerja Unitomo Ke Thailand – Bagian I

Selama 4 hari mulai 15 hingga 19 Nopember jajaran pimpinan Universitas Dr. Soetomo melakukan lawatan kerja ke beberapa perguruan tinggi (PT) di Thailand. Rombongan dipimpin langsung rektor Dr. Bachrul Amiq diikuti dekan dari 8 fakultas, ditambah wakil rektor 2 dan 3, ketua LPPM, Pusat Penjaminan Mutu, Badan Audit Internal, serta International Relations Office (IRO) dan Humas sebagai Liaison Officer (LO). Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Cendekia Utama (YPCU) Prof. Dr. Eddy Yunus serta Prof. Dr. Didik Sulistianto, mantan atase pendidikan KBRI di Thailand, juga turut serta dalam rombongan.

IMG_8501

Ada 5 kampus yang dikunjungi selama rombongan di Thailand. 2 PTN, yaitu Rajamangala University of Technology Thanyaburi (RMUTT) dan Bhurapa University, dan 3 lainnya PTS — yaitu Bangkok University, Dhurakij Pundit University serta Shinawatra University. Pemilihan kampus didasarkan pada pertimbangan, kampus-kampus itu memiliki reputasi baik dalam kerjasama internasional dan terbuka untuk bekerjasama dengan kampus-kampus di Indonesia.

“Mereka juga berkepentingan menjalin kerjasama dengan kita dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), dan Kemenristek Dikti pun merekomendasikan kampus-kampus ini sebagai mitra yang layak untuk digandeng”, ujar Prof. Didik Sulistianto, yang punya pengalaman luas dalam berhubungan dengan kampus-kampus di Thailand saat briefing sebelum keberangkatan rombongan Kamis (12/11) di kampus Unitomo.

Bagi Unitomo, tambah Didik, manfaatnya menjadi berlipat karena selain bisa belajar dan menjalin kerjasama dengan universitas yang sudah punya reputasi internasional, juga berkesempatan mendapat bantuan pendanaan dari Kemenristek Dikti jika Memorandum of Understanding (MoU) yang sudah ditandatangani itu nanti diimplementasikan. “Jadi untuk melakukan kegiatan pertukaran mahasiswa atau penelitian bersama misalnya, Unitomo bisa mengajukan bantuan pendanaan ke Kemenristek Dikti sehingga tidak terlalu memberatkan keuangan universitas”, ujar Didik.

IMG_8183 - Copy
Bersiap berangkat di Bandara Internasional Juanda.

Rombongan berangkat dari Bandara Internasional Juanda Minggu (15/11) jam 1 siang dengan pesawat Air Asia. Setelah terbang hampir 4 jam nonstop rombongan tiba di bandara lama kota Bangkok, Don Muang, tepat jam 5 sore. Tidak ada perbedaan waktu antara Surabaya dan Bangkok, yang meski sudah memiliki bandara baru, Suvarnabhumi, tapi tetap mengoperasikan bandara Don Muang yang sudah berusia satu abad lebih. Terutama untuk melayani rute domestik maupun internasional yang menggunakan maskapai penerbangan bertarif murah atau biasa disebut Low Cost Carrier (LCC).

Dari bandara Don Muang rombongan menuju Hotel Indra Regent yang sudah dipesan beberapa hari sebelumnya dengan menggunakan 2 mobil van yang masing-masing memuat maksimal 10 orang. Salah satunya milik Kedutaan Besar RI di Thailand. “Syukur alhamdullillah kita banyak dibantu KBRI Thailand dalam lawatan kali ini. Selain menyediakan van beserta sopir, KBRI juga membantu menghubungi kampus-kampus yang akan menjalin kerjasama dengan Unitomo”, ujar Drs. Mulyanto, M.Hum, Wakil Rektor 3 Unitomo yang membidangi urusan kerjasama.

Hotel Indra Regent merupakan hotel bintang 3. Letaknya di daerah Phattumwan, salah satu pusat bisnis kota Bangkok yang macetnya tidak kalah dibanding Surabaya atau Jakarta sekalipun. Baru sekitar jam 10 malam rombongan tiba di hotel, bukan semata karena macet tapi karena mampir makan malam dulu di sebuah restoran berlabel “Halal Food” di Mah Boon Krong (MBK) Centre, sebuah pusat perbelanjaan yang cukup populer di Bangkok.

Namanya berada di tempat perbelanjaan, tidak afdol jika tidak menyempatkan diri untuk belanja. Apalagi MBK Centre memang terkenal sebagai tempat belanja murah aneka souvenir, kaos, kain dan aneka barang lain yang biasa digunakan sebagai buah tangan bagi pelancong domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Bangkok. Hampir semua anggota rombongan memanfaatkan kesempatan ini untuk berbelanja oleh-oleh buat keluarga atau kolega di kampus. “Tidak apa-apa, belum bekerja tapi sudah belanja. Kesempatannya memang cuma malam ini, mulai besok jadwalnya lebih padat”, ujar Mulyanto.(dp)

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Name *
Email *
Website