Empat Mahasiswa Jepang Ikut Membagi Daging Kurban di Unitomo

Ki-Ka Kanako dan Konomi menyiapkan daging qurban untuk dibagikan

Jumat, (1/9), Empat mahasiswa asal Setsunan University Osaka Jepang mendapat pengalaman pertama memegang daging sapi mentah di Masjid Babush Sholihin Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Bertepatan Hari Raya Idul Kurban, empat mahasiswa ini — Konomi Saito, Asao Kanako, Nozomi Kishishita dan Minami Senoo — ikut membantu proses menimbang dan membungkus daging kurban untuk dibagikan ke masyarakat sekitar kampus.

Hadirnya empat mahasiswa asing asal Jepang di kampus Unitomo merupakan agenda tahunan hasil kerjasama Unitomo dengan Setsunan University Osaka Jepang. Kali ini Konomi dan kawan-kawan bukan hanya belajar tentang bahasa Indonesia, namun juga tentang budaya yang ada, termasuk budaya berbagi ke sesama yang terkandung dalam agama Islam yang dianut sebagian besar masyarakat Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Rahardian Dwi Nugroho, Dosen Fakultas Sastra Jepang, turut mendampingi dan mengarahkan keempat mahasiswa Jepang ini. Mulai dari pengenalan nilai-nilai kurban, hingga praktek menimbang dan membungkus daging kurban.

Ki-Ka Nozomi dan Minami menimbang daging qurban di Masjid Baabush Shoolihin Unitom

“Mereka awalnya jijik melihat daging mentah, namun lama kelamaan akhirnya terbiasa juga. Bisa dimaklumi karena ini memang merupakan pengalaman pertama bagi mereka”, ujar Rahardian.

Ditemui di sela kegiatan, Nozomi, satu dari empat mahasiswa asal Jepang mengaku sempat enggan, lantaran kegiatan ini diluar kegiatannya sebagai mahasiswi student exchange. Tapi setelah mengetahui bahwa daging ini akan dibagikan ke warga kurang mampu, nozomi mengaku bersemangat. “Saya terkesan dengan kegiatan ini. Melihat langsung sapi yang disembelih lalu dagingnya dipotong dan dibagikan ke warga. Awalnya agak enggan, tapi setelah tahu bahwa daging ini untuk warga yang kurang mampu, dirinya jadi bersemangat,” kata Nozomi Kishishita.

Lain lagi dengan Konomi Saito. Ditemui usai membungkus daging kurban, Konomi mengaku terkesan dengan budaya membagikan daging ke masyarakat. “Di Jepang tidak ada yang seperti ini, kalau menginginkan daging harus beli”, ujarnya dengan bahasa Indonesia yang lumayan fasih.

Menurut rencana, keempat mahasiswa ini akan belajar di Fakultas Sastra Unitomo selama 6 bulan. Di akhir masa kuliah nanti mereka diwajibkan membuat laporan tugas akhir berupa paper dalam bahasa Indonesia tentang kekayaan budaya di Indonesia, khususnya Jawa Timur.

 

Galeri Foto:

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Name *
Email *
Website