Dasar Hukum Semester Pendek (Semester Antara)

Dasar Hukum Semester Pendek (Semester Antara)

Sampai saat ini belum ada aturan baru tentang pelaksanaan semester pendek, tetap berpedoman pada PP no. 17 tahun 2010 dan SE Dirjen Dikti no. 1666/D/C/1988 tentang semester pendek.

1. Perhatikan Surat Edaran Dirjen Dikti No. 1666/D/C/1988 tentang semester pendek.
http://www1.evaluasi.or.id/news/article.php?catID=10&catName=Surat+Edaran&id=38
Batas semester pendek tidak lebih dari 10 (sepuluh) sks

Batas semester regular :

Setelah lahir no. 232/U/2000 tanggal 20 Desember 2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, disusul dengan Kepmendikbud no. 45/U/2002 tentang kurikulum inti, dan Pedoman Kurikulum Berbasis Kompetensi Pendidikan Tinggi (KBK) tahun 2008 yang memberi otonomi kepada kampus untuk menetapkan kurikulum akademiknya, praktis Juklak SKS tahun 1983 (Buku Pedoman Direktur Perguruan Tinggi Swasta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tentang Petunjuk Pengaturan Pelaksanaan Sistem Kredit Semester bagi Perguruan Tinggi Swasta) yang menetapkan sks maksimal per semester = 24 sudah tidak menjadi keharusan. Kampus memiliki otonom mengatur sendiri Rentang IPK dan jumlah SKS maksimum yang boleh diambil mahasiswa pada semester berikutnya dengan catatan tidak dibenarkan melanggar ketentuan Kepmen 232 pasal 5 tentang beban studi dan sk 45 tentang kurikulum inti dan SE Dirjen Dikti tentang semester pendek, semua ini harus dicantumkan dalam peraturan akademik. Misalnya untuk yang IP > sekian boleh diberi sks maksimal sekian, termasuk atau di luar semester pendek ( perhatikan pengertian semester pendek/antara di PP no. 17 tahun 2010 bukan hanya untuk remediasi/mengulang, juga untuk pengayaan atau percepatan). Boleh ikuti Julak SKS 1983 atau mengatur range yang lebih sesuai kondisi kampus…

pada Juklak SKS tahun 1983
program S1: Pengambilan mata kuliah didasarkan pada perhitungan Indeks Prestasi Semester (IPS), dengan ketentuan:
IP Semester Sebelumnya Hak Tempuh (SKS Maksimum)
untuk IPS >3, sks per semester yang dibolehkan 21-24 sks
untuk IPS 2,50-2,99 sks per semester yang dibolehkan 18-21 sks
untuk IPS 2,00-2,49 sks per semester yang dibolehkan 15-18 sks
untuk IPS 1,50-1,99 sks per semester yang dibolehkan 12-15 sks
untuk IPS <1,50 sks per semester yang dibolehkan 12 sks

2 (1) Semester Pendek hanya boleh dilaksanakan Satu kali dalam satu tahun akademik yaitu antara semester genap dan ganjil, perhatikan butir 3 pasal 87 PP No. 17 tahun 2010
http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/PP17-2010Lengkap.pdf
Pasal 87:
(2) Tahun akademik dibagai 2 semester yaitu semester gasal dan semester genap yang masing-masing terdiri atas 14 s/d 16 minggu
(3) Di antara semester genap dan ganjil, PT dapat menyelenggarakan semester antara untuk remediasi, pengayaan atau percepatan.
(4) Ketentuan tentang semester antara sebagaimana dimaksud pada ayat 3 datut dengan peraturan Menteri.
3 Perhatikan :
PP no. 17 tahun 2010 pasal 87 butir 3 :
Di antara semester genap dan ganjil, Perguruan Tinggi dapat menyelenggarakan semester antara untuk REMEDIASI, PENGAYAAN atau PERCEPATAN.
SE Dirjen no.1666/D/C/1988

ü      Semester pendek dapat diikuti oleh semua mahasiswa

ü      Mata kuliah yang diberikan dalam semester pendek JUGA DIBERIKAN dalam semester regular.

4 Perhatikan PP no. 17 tahun 2010 pasal 87 butir 2, tahun akademik dibagi DUA semester (bukan 3 kwartal) yaitu semester gasal (ganjil) dan semester genap, di antara kedua semester ini dapat selenggarakan semester ANTARA untuk remediasi, pengayaan atau percepatan (maksimal 10 sks menurut surat edaran Dirjen Dikti no.1666).
5 Tidak ada larangan, boleh mengulang dan melaporkan kembali hasil perbaikan nilainya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


eight − = 6

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>