3 Mahasiswa Jepang Presentasikan Tugas Akhir di Unitomo

Surabaya – Suasana lucu dan unik nampak saat 3 mahasiswa Setsunan University  yang mengikuti program GOGAKU RYUUGAKU (program belajar bahasa di luar negeri). Mereka memaparkan/mempresentasikan tugas akhir  di hadapan pimpinan Fakultas Sastra Unitomo. Pemaparan yang dilakukan di gedung D lantai 2 kampus unitomo tersebut dilakukan dalam  bahasa Indonesia. Menjadi menarik karena bahasa Indonesia yang digunakan disampaikan  dalam citarasa atau logat Jepang .

Tomoyo Fukunaga yang penelitianya membahas mengenai Makna & Fungsi Bahasa Jepang Dalam Lagu Indonesia, mengatakan “bahwa bahasa Jepang yang digunakan dalam lagu indonesia lebih kepada sebagai daya tarik. Karena bahasa Jepang tidak umum digunakan dalam lagu Indonesia, berbeda dengan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional sudah sangat umum digunakan dalam lagu Indonesia ujarnya. Lagu yang terpopuler yang mengunakan kalimat dalam bahasa Jepang adalah Aishiteru yang dinyanyikan grup band Zivilia.

Lain lagi dengan Miki Hashimoto yang meneliti mengenai Makna Riasan   Pengantin Jawa. Tertarik melakukan penelitian karena pernah menonton video pengantin Jawa “cantik” ungkapnya karena di Jepang tidak ada riasan yang seperti itu, terutama riasan alis mata yang bercabang dan lekukan warna hitam atau hijau yang ada di pingir rambut pengantin wanita. Mahasiswa Setsunan semester 4 tersebut  mengatakan “sulit mencari makna dari riasan itu diliteratur, yang ada hanya tata cara dalam melakukan riasan” ujarnya.

Setelah itu giliran Momoko Terada untuk menyampaikan karya tulisnya “Perbandingan Fabel Indonesia dengan Fabel Jepang dari makna pesan  moral dan tokohnya”.  Wanita penyayang kucing tersebut mengatakan ” ia tertarik meneliti fabel karena menyukai hewan. Hewan sering digunakan sebagai  tokoh dalam fabel, ternyata tidak hanya di Indonesia di Jepang juga mengunakan hewan sebagai tokohnya. Kalau di Indonesia sering digunakan Kancil dan keong sedangkan di Jepang sering di gunakan kera dan kepiting. Semuanya punya pesan moral yang dalam ujarnya.

Dalam kesempatan itu Rektor Unitomo Dr. Ulul Albab. MS berharap mahasiswa memetik aspek positif dari budayaIndonesia, karena budaya bisa dinilai secara positif dan negatif.

Sekedar diketahui bahwa ketiga mahasiswa tersebut akan kembali ke Jepang pada 8/3 ini. selama diSurabayamereka sangat terkesan dengan keramahtamahan orangSurabayadan makananSurabaya. Sate dan Mie Goreng menjadi menu favorit mereka. “Cuma sayang diSurabayabanyak lalatnya” keluh Tomoyo.(rn)

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Name *
Email *
Website