95 Guru Korban Ijasah Palsu Mendaftar Ke Unitomo

Sebanyak 95 orang guru korban ijasah palsu dan kuliah abal-abal Soetjipto Senin siang (16/07) mendatangi kampus Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) di Jalan Semolowaru Surabaya. Mereka bermaksud mendaftar secara resmi sebagai mahasiswa baru tahun akademik 2012/2013.

Para guru korban ijazah palsu sedang mendengarkan pengarakan dari Rektorat

Pihak Unitomo bersikap hati-hati dalam menerima para guru yang berasal dari beberapa daerah di Jatim ini. “Unitomo memang kampus yang terbuka bagi siapa saja untuk bisa menempuh pendidikan sesuai komitmen kebangsaan dan kerakyatan yang menjadi dasar berdirinya kampus ini sejak 31 tahun lalu. Apalagi terhadap para guru, sudah sejak lama Unitomo memberi keringanan biaya bagi para guru dan keluarganya untuk kuliah”, ujar Dr. Bachrul Amiq SH MH, wakil rektor II saat menerima mereka di ruang RM Soemantri lantai 3 gedung rektorat.

Dr. Bachrul Amiq, SH, MH (WR.2) dan Ir. M. Soemantoro (WR.1) beri pengarahan pada para korban ijazah palsu

Namun begitu, tukas Amiq — begitu ia biasa disapa, Unitomo juga tidak ingin menerima mahasiswa yang bermasalah. “Baik bermasalah dengan hukum, maupun dalam hal pelanggaran norma dan kaidah akademik”, tegas Amiq.

Karena itu, tambahnya, rektorat Unitomo sudah melakukan koordinasi dengan pihak penyidik Polda Jatim untuk memastikan status mereka. “Sejauh ini kami memang sudah mendapat konfirmasi dari Polda bahwa status mereka adalah korban, bukan tersangka”, paparnya.

 

Beberapa Guru Wanita yang juga ikut pertemuan

Verifikasi Berkas

Meski demikian, ujar wakil rektor I, Ir. Soemantoro MT, yang ikut mendampingi Amiq saat menerima para korban, verifikasi atas keabsahan berkas pendaftaran tetap akan dilakukan untuk menentukan diterima tidaknya mereka sebagai mahasiswa  Unitomo. Dikatakannya, verifikasi berkas pendaftaran harus tetap dilakukan karena untuk menerima guru sebagai mahasiswa harus melalui prosedur tertentu yang berbeda dengan mahasiswa reguler.

“Apalagi sebagian besar mereka saat ini masih aktif mengajar di luar Surabaya, seperti di Malang, Probolinggo dan sebagainya. Sesuai ketentuan Depdiknas, untuk guru yang mau berkuliah lagi, bisa menempuh Program Guru Dalam Jabatan (PGDJ). Syaratnya, mendapat ijin dari dinas pendidikan setempat. Jika tidak, mereka harus menempuh kuliah secara reguler di kampus”, jelas wakil rektor bidang akademik ini.

ki-ka Dekan FKIP Drs. Siswanto, M.Si,dan Dr. Bacrul Amiq dan Ir. M. Soemantoro, MT

Bukan Cuci Ijasah.

Lebih jauh Soemantoro menyatakan, kesediaan Unitomo untuk menerima para korban ini harus dipahami bukan sebagai upaya untuk melegalisasi ijasah atau kuliah abal-abal yang pernah ditempuh para korban bersama tersangka Soetjipto. “Unitomo tidak akan melakukan pencucian ijasah atau perkuliahan yang pernah anda tempuh secara illegal bersama Soetjipto, tapi memberi jalan agar anda bisa mendapatkannya secara benar sesuai kaidah akademik yang berlaku”, tegasnya.

Terkait hal itu, jajaran Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Unitomo juga telah menyiapkan surat pernyataan bermeterai yang wajib diisi para korban yang mendaftar. “Perihalnya mengenai kesediaan dan kesanggupan mereka untuk menempuh kuliah dengan benar sesuai syarat, norma dan kaidah akademik yang berlaku”, jelas Soemantoro.

Seperti diketahui, jajaran Ditreskrimsus Polda Jatim pertengahan Juni lalu berhasil membongkar praktek pemalsuan ijasah dan kuliah abal-abal dengan mencatut nama beberapa perguruan tinggi (PT), diantaranya Universitas Darul Ulum Jombang, Universitas Merdeka Malang dan Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Dalam penggerebekan di rumah tersangka Soetjipto, warga malang, saat itu polisi menemukan 1600 blanko ijasah dari ke 3 PT tersebut. Pemeriksaan atas kasus ini sendiri kini sudah sampai di kejaksaan tinggi Jatim.

Penyerahan simbolis formulir pendaftaran mahasiswa baru Unitomo pada 95 guru korban ijazah palsu

 

Proses Pembuatan KTM bagi para guru yang telah registrasi

2 Responses to “95 Guru Korban Ijasah Palsu Mendaftar Ke Unitomo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


nine − 1 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>