|
Tuesday, 15 September 2009 14:23 |
|
SURABAYA (SI) – Universitas Dr Soetomo (Unitomo) mendapat kehormatan dikunjungi Duta Besar Jepang Kojiro Shiojiri kemarin.Kedatangan Kojiro ke Unitomo itu selain untuk memberikan kuliah umum,juga menyerahkan penghargaan kepada Okie Dita Apriyanto yang menjadi juara favorit lomba pidato bahasa Jepang.
Pembantu Rektor I Unitomo Muh Sumantoro mengaku sangat berterima kasih atas kunjungan tersebut. Sumantoro mengungkapkan, kedatangan Dubes Jepang ini karena kagum mahasiswa Unitomo Jurusan Bahasa Jepang. ”Mahasiswa Unitomo selalu,kalau tidak juara satu,dua,ya tiga,dalam lomba pidato bahasa Jepang,”katanya.
Tidak lupa juga Sumantoro meminta kerja sama Unitomo dengan Kedutaan Besar Jepang ini terus terjamin demi peningkatan mutu pendidikan. ”Mohon dukungan selalu ada native speaker.Sebab,hal itu sangat membantu meningkatkan prestasi mahasiswa, ”harapnya. Sementara Kojiro dalam sambutannya tidak mau kalah.
Dia berusaha menggunakan bahasa Indonesia meskipun terpatah-patah. ”Saya senang berkunjung ke Universitas Dr Soetomo. Mohon maaf atas bahasa Indonesia saya yang jauh,” ucapnya disambut tepukan meriah. Kajiro memang merasa bangga dengan mahasiswa Unitomo, terutama kepada Okie Dita yang menjadi juara favorit Lomba Pidato Bahasa Jepang Tingkat Nasional 2009.
”Okie Dita termasuk orang yang terbaik. Untuk menghormati Okie Dita, saya datang ke sini,” katanya dalam bahasa Jepang. Setelah itu,Kojiro pun menyerahkan sebuah piagam penghargaan kepada Okie Dita. ”Tujuan kedua, saya datang ke sini untuk bertemu dengan mahasiswa yang berkualitas,” lanjutnya.
Kojiro sempat bergurau dengan mengatakan bahwa nilai untuk Okie Dita 100,tapi seharusnya bisa mendapat nilai 120. Sementara itu,Okie Dita mengaku sangat gembira dan bangga mendapat kunjungan dari Dubes Jepang. ”Mungkin ini salah satu momentum yang tidak bisa terlupakan selama hidup.Ini sebuah kehormatan yang luar biasa,” katanya.
Pidato Okie Dita yang menang itu berjudul Sen Kara Deteyang artinya keluarlah dari garis.”Pidato ini memang penyemangat agar seseorang itu jangan pernah menyerah,” imbuhnya. Kedatangan Kojiro ke Unitomo juga disambut dengan tarian khas Jepang Yusakoi.
Tarian untuk menyambut musim panen padi ini dimainkan oleh lima mahasiswa Jurusan Bahasa Jepang. Dengan kostum putih-biru,mereka sangat rancak menari. (zaki zubaidi)
Repost dari SINDO Per tanggal 14 September 2009
|
|
Last Updated on Monday, 14 December 2009 11:17 |