|
Surabaya - Konsul Jepang di Surabaya Masaaki Takano mengaku senang bekerja sama dengan universitas di Surabaya, termasuk Universitas dr Soetomo (Unitomo) Surabaya.
"Saya senang, di sini (Surabaya) saya bekerja sama dengan universitas ini (Unitomo) dan Unesa (Universitas Negeri Surabaya)," katanya di Surabaya, Rabu.
Ia mengemukakan hal itu ketika diterima Rektor Unitomo Dr Ulil Albab MS bersama staf di kantornya dalam kunjungan ke kampus setempat serta Laboratorium Bahasa dari bantuan Jepang.
Dalam kesempatan itu, Rektor Unitomo menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Jepang yang memberikan bantuan laboratorium, karena itu dirinya tertarik untuk memanfaatkan.
"Saya akan belajar Bahasa Jepang, karena laboratoriumnya sudah hampir selesai. Kalau sudah bisa Bahasa Jepang, nanti saya bisa diundang ke Jepang," ucapnya sambil tersenyum.
Menanggapi hal itu, diplomat di Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang yang baru bertugas di Surabaya sejak Mei 2010 itu, justru menantang Rektor Unitomo untuk berkunjung ke kantornya.
"Pak Rektor bisa datang ke kantor saya dalam enam bulan mendatang, tapi dengan berkomunikasi dengan Bahasa Jepang," kata konsul baru yang sudah dapat berbahasa Indonesia itu.
Respons itu dijawab Rektor Unitomo dengan peningkatan kerja sama antara Unitomo dengan universitas di Jepang.
"Kalau bisa, kami diajak kerja sama penelitian internasional dengan ahli dari Jepang, karena staf kami sudah lama melakukan penelitian tentang perilaku orang Jepang," tuturnya.
Selain itu, katanya, kerja sama juga dapat dikembangkan dengan penulisan buku bersama antara peneliti Unitomo dengan peneliti dari Jepang.
"Bisa juga kerja sama robotika, karena Jepang dikenal ahli dalam robotika dan kami memiliki Fakultas Teknik Informatika (FTIf) yang mahasiswanya paling banyak," ujarnya menegaskan.
Ia menambahkan mahasiswa Jurusan Sastra Jepang di Unitomo saat ini berjumlah 147 orang dengan dua mahasiswa asing dari Jepang yang belajar di Unitomo.
"Kalau jumlah keseluruhan mahasiswa kami mencapai 6.000 orang yang belajar pada delapan fakultas dengan mahasiswa FTIf yang paling banyak, kemudian Fakultas Ekonomi (FE) dan Fakultas Komunikasi (Fikom)," paparnya.
Setelah berdialog, Konsul Jepang menyerahkan kenang-kenangan berupa jam meja khas Jepang, sedangkan Rektor Unitomo menyerahkan plakat 29 tahun Unitomo serta buku karyanya berjudul "A to Z Korupsi." (Repost Dari antarajatim.com).
Konjen Puji Fasilitas Unitomo Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Masaaki Takano kemarin (30/6) menyapa puluhan mahasiswa Jurusan Sastra Jepang Universitas dr Soetomo. Dia masuk ke kelas dan berbincang akrab dengan sejumlah mahasiswa.
Sebelumnya, ketika masih di ambang pintu, pengganti Mr Yasuji Odoko itu mengucapkan "selamat pagi". "Saya bisa sedikit-sedikit berbahasa Indonesia," kata pria yang mengatakan baru pertama menginjakkan kaki di Indonesia tersebut di hadapan para mahasiswa semester enam.
Masaaki yang menjabat konsul sejak 5 Mei lalu mengatakan, kunjungannya itu bertujuan untuk mempererat pertemanan antara pemerintahan Jepang dan dunia pendidikan di Surabaya, khususnya Unitomo. Sejak beberapa tahun, sejumlah mahasiswa Jepang belajar berbagai bidang, terutama bahasa dan budaya Indonesia, di kampus Unitomo.
Dalam kesempatan tersebut, Masaaki juga mengunjungi laboratorium bahasa Jepang kampus tersebut. "Kampus ini sangat bagus dan memiliki cukup fasilitas, harus dimanfaatkan," katanya di hadapan para mahasiswa.
Dekan Fakultas Sastra Samsuri Ari Wibowo mengatakan, kunjungan tersebut juga bertujuan mendiskusikan peluang kerja sama di bidang penelitian. Bisa jadi, kata Samsuri, suatu saat mahasiswa atau dosen Jepang yang ingin meneliti di Indonesia akan difasilitasi oleh Unitomo atau sebaliknya. "Kemungkinan itu bisa saja terjadi," ungkap Masaaki.
Interaksi Masaaki dengan mahasiswa, kata Samsuri, diharapkan bisa menjadi salah satu cara mahasiswa meningkatkan kepercayaan diri berbahasa Jepang dengan penutur asing. (rio/c6/ttg) (jawapos.co.id)
|