Email Unitomo Username : Password :
Puncak Dies Natalis ke-29 Unitomo
Thursday, 29 July 2010 10:40

SURABAYA – Hibah pemerintah Jepang kepada Universitas Dr Soetomo (Unitomo) berupa laboratorium bahasa diresmikan Konsulat Jenderal Jepang, Masaaki Takano, bersama Rektor Unitomo Dr. Ulil Albab MS. 

Peresmian laboratorium sebagai bagian penutupan rangkaian Dies Natalis Unitomo ke-29. “Saya berterima kasih karena Unitomo ikut menyebarluaskan Bahasa Jepang. Sebagai orang Jepang saya merasa bangga,” kata Masaaki, Selasa (27/6).

Menurutnya, kerja sama pendidikan dengan pemerintah Jepang dapat terus ditingkatkan hingga sampai pada pertukaran pelajar antar dua negara. Pemerintah Jepang memberi apresiasi yang tinggi pada Universitas yang membuka program studi bahasa Jepang. Dirinya berharap peresmian laboratorium bahasa ini akan semakin meningkatkan hubungan kerjasama Indonesia dengan Jepang.

“Saya berharap hubungan kerja sama bisa terjalin semakin erat setelah peresmian laboratorium bahasa ini,” katanya.

Sedangkan Rektor Unitomo, Ulil Albab mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Jepang karena diberi kepercayaan untuk menerima hibah sebesar 600 juta rupiah yang diwujudkan dalam laboratorium bahasa. Dirinya mengatakan akan menggunakan fasilitas laboratorium tersebut untuk bisa belajar bahasa Jepang.

“Saya usahakan enam bulan kedepan bisa bahasa Jepang dan berkunjung ke konjen Jepang,” katanya.

Ulil berharap bahwa laboratorium bahasa Jepang ini bisa meningkatkan kemampuan dan memudahkan pembelajaran bagi mahasiswa sastra Jepang. Sehingga bisa lebih bisa menghasilkan lulusan terbaik.

Peresmian laboratorium ditandai dengan penandatanganan surat penyerahan hibah bersama Rektor Unitomo Surabaya yang dilanjutkan dengan pengguntingan pita ruangan laboratorium di lantai 2 Rektorat Unitomo.

Setelah peresmian, Maasaki menyempatkan mencoba peralatan laboratorium bersama tiga puluh sembilan mahasiswa jurusan sastra Jepang. Menurutnya Fakultas Sastra yang berdiri sejak tahun 1992 telah menghasilkan banyak lulusan yang berkualitas terutama di bidang sastra Jepang. (m1 Surabayapost)

Konjen Jepang Bantu Lab Bahasa Unitomo (Sumber: surya.co.id)

Surabaya - Surya- Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang memberi bantuan laboratorium bahasa Jepang ke Universitas Dr Soetomo (Unitomo), Selasa (27/7). Bantuan ini sebagai bentuk perhatian Konjen Jepang di Surabaya untuk mengakrabkan bahasa Negeri Matahari ini ke mahasiswa.

Usai penyerahan seluruh peralatan bahasa ini, Konjen Jepang Nasaoki Takano menyatakan peralatan itu diharapkan bisa dipergunakan dengan sebaik-baiknya. “Ya bisa dimanfaatkan lima sampai sepuluh tahun ke depan,” ucapnya.

Menurut Nasaoki, saat ini ada 600.000 mahasiswa yang menekuni dan mendalami bahasa Jepang. Mereka tersebar di seluruh kampus di Indonesia.

Konjen tergerak untuk memberikan fasilitas lab bahasa gratis ini menyusul makin diminatinya program studi Sastra Jepang di Unitomo. Sejak dibukanya jurusan ini 1992, animo mahasiswa menekuni sastra dan bahasa ini semakin tinggi. “Semakin ke sini semakin diminati jurusan sastra Jepang,” jelas Rektor Unitomo Ulul Albab.

Selain telah meluluskan 120 mahasiswa, saat ini Unitomo masih menggembleng 135 mahasiswa program S1. Tidak hanya bahasa, tetapi mereka juga mendalami budaya termasuk tradisi Jepang.

“Tidak salah jika alumnus kami sekarang menjadi PNS di kota kabupaten (Kochi) di Jepang,” lanjut Ulul.

Pemberian bantuan tersebut bertepatan dengan Dies Natalis k1-29 Unitomo.(nfai  dari Surya.co.id)

 

Surabaya - Konsul Jenderal (Konjen) Jepang di Surabaya Masaaki Takano meresmikan Laboratorium Bahasa Jepang di Universitas dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, Selasa.

Laboratorium itu merupakan hibah dari pemerintah Jepang kepada Fakultas Sastra Unitomo berupa peralatan laboratorium bahasa senilai 64,978 dolar AS atau Rp598 juta.

Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan surat penyerahan hibah bersama Rektor Unitomo Surabaya Dr Ulil Albab MS, lalu dilanjutkan dengan pengguntingan pita ruangan laboratorium di lantai 2 Rektorat Unitomo.

Dalam peresmian laboratorium yang juga disaksikan ketua yayasan Eddy Yunus itu, Konsul sempat mencoba peralatan pembelajaran Bahasa Jepang untuk berdialog dengan beberapa mahasiswa yang menggunakan 39 komputer bahasa yang ada.

"Saya gembira banyak orang Indonesia yang berminat terhadap bahasa dan budaya Jepang. Dalam hal itu, Unitomo mempunyai andil dengan menyebarkan ilmu kepada masyarakat," kata Masaaki Takano.

Menurut dia, Unitomo yang membuka Jurusan Sastra Jepang pada Fakultas Sastra sejak tahun 1992 menghasilkan lulusan yang berkualitas.

"Mahasiswa Unitomo sering menjadi juara dalam pidato Bahasa Jepang hingga tingkat nasional, bahkan saya dengar budaya Sando atau Kendo juga populer di Unitomo," katanya.

Oleh karena itu, ia berharap pendidikan Bahasa Jepang di Unitomo akan semakin berkembang dengan adanya laboratorium Bahasa Jepang, sehingga hubungan pun akan semakin erat.

Dalam peresmian laboratorium untuk menyemarakkan Dies Natalis ke-29 Unitomo itu, Rektor Unitomo Ulul Albab sempat berjanji akan belajar Bahasa Jepang di laboratorium baru itu. (Antara Jatim)

Last Updated on Tuesday, 03 August 2010 10:55