Detail Berita

Image


Bertempat di pelataran parkir selatan Pasar Induk Larangan Kabupaten Sidoarjo, Minggu (17/2), dengan libatkan 15 relawan pasar tangguh yang baru dilantik, Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM Unitomo menggelar simulasi tanggap bencana kebakaran di Pasar Larangan Sidoarjo.

Kegiatan simulasi yang juga merupakan penutup dari serangkaian seluruh kegiatan KKN tematik bencana ini disaksikan pula oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo Wijo Prawito berserta Rektor Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Bahrul Amiq beserta jajarannya.

Dalam sambutannya Amiq mengaku terkesan dengan pelaksanaan simulasi ini dengan banyaknya partisipasi dari pedagang pasar yang hadir dan dengan sukarela menjadi relawan pasar tangguh. “Ini menunjukan keberhasilan mahasiswa peserta KKN dalam mengidentifikasi potensi bencana kebakaran pada pasar, dan memotivasi serta mengingatkan pedagang pasar Larangan untuk selalu waspada terhadap bahaya kebakaran”, ujar Rektor Unitomo ini. “Tidak hanya dari sisi sosialisasi bahaya kebakaran dan banjir tapi melalui suport Pusat Studi Bencana dan Lingkungan (PSBL) Unitomo telah diupayakan bantuan alat damkar yang baru pada pengelola pasar yaitu berbentuk bola yang lebih efisien dan aman yang nantinya akan kami hibahkan ke pengelola pasar”,imbuhnya.
 




Dalam pelaksanaan simulasi yang di bantu BPBD Jatim berupa mobil damkar merujuk pada skenario kronologis kejadian bencana kebakaran seperti penentuan titik api, pemberian informasi terjadinya kebakaran, evakuasi dan perawatan korban, upaya pemadaman api, menghubungi pihak pihak lembaga terkait (dinas kebakaran dan kepolisian).
Ditemui di sela-sela kegiatan simulasi Hendro Wardhono Ketua PSBL Unitomo mengatakan bahwa ide KKN tematik bencana di pasar ini merupakan ide kreatif relawan Tim PSBL Unitomo yang kemudian disuport penuh oleh Lembaga Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Unitomo sebagai Program KKN-PPM Tematik Bencana yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa khusus terkait Pasar Tangguh Bencana.
“Selama hampir dua puluh tahun pasar ini berdiri belum pernah dilakukan upaya simulasi kebakaran seperti ini, apalagi di Sidoarjo masih ada sembilan belas pasar yang belum tersentuh edukasi tentang resiko pengurangan bencana dan melalui kegiatan KKN di pasar Larangan ini Unitomo sudah memulainya”, terang dosen manajemen bencana ini.
“Edukasi tentang resiko pengurangan bencana pada pasar adalah sangat penting karena pasar adalah tempat berkumpulnya orang banyak dan termasuk obyek vital yang rawan terjadi bencana seperti kebakaran, banjir dan puting beliung, hal ini harus menjadi perhatian semua pihak,” tambahnya.
Dalam kesempatan simulasi ini telah dilaksanakan pula penyerahan penghargaan tingkat nasional dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada Unitomo atas partisipasinya selama ini dalam upaya pengurangan risiko bencana melalui kampanye “The Power of 100” untuk program aksi 100 Model KKN Tematik terkait Pengurangan Risiko Bencana (PRB)./(AGBAR/JAE)