Detail Berita

Image

Penanganan permasalahan Narkoba membutuhkan campur tangan seluruh elemen masyarakat, salah satunya civitas akademika perguruan tinggi. Senin (04/03), Universitas Dr. Soetomo (Unutomo) berkerja sama dengan Polrestabes Kota Surabaya menggelar Sosialisasi Anti Narkoba untuk segala unsur di lingkungan kampus. Bertempat di Ruang  RM Soemantri, kegiatan sosialisasi yang berlangsung hingga Rabu (06/03) ini dibuka langsung oleh Rektor, Bachrul Amiq. "Hingga 3 hari kedepan, kita akan diberikan pemahaman bahaya Narkoba yang disampaikan langsung oleh ahlinya yakni Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polrestabes Kota Surabaya. Mari, kita jogo Suroboyo dengan menolak adanya narkoba di kampus ini", ungkapnya.  

Amiq menambahkan, kegiatan sosialisasi ini akan membidik segala unsur yang ada di lingkungan kampus. "Untuk hari pertama, ruangan ini akan dipenuhi karyawan bagian pelayanan kampus, lalu hari berikutnya para aktivis yang punya peran penting mewakili mahasiswa, serta akan ditutup oleh Dosen Pembimbing Akademik Mahasiswa (DPAM) yang notabenya bersinggungan langsung dengan seluruh mahasiswa", imbuhnya.  

Diikuti ratusan peserta, kegiatan ini mendatangkan Kasat Bimas Polrestabes Kota Surabaya, Komisaris Polisi (Kompol) Moh. Fathoni beserta Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) dalam memberikan sosialisasi. Dalam Paparannya Kompol Moh. Fathoni menjelaskan beberapa jenis narkoba yang sering digunakan dan diedarkan. ”Berbagai macam jenis narkoba juga harus diketahui seperti sabu, ekstasi, heroin dan lainnya. Ini penting untuk mengantisipasi pengguna jika ada di sekitar kita”, ujarnya.
 

Sementara itu, Inspektur satu (Iptu) Eko, Anggota Satreskoba menjelaskan pengguna narkoba sangat pandai dalam menyimpan rahasia. Pengguna cenderung menggunakan cara yang tidak lazim dalam menyembunyikan jenis obat-obatan terlarang agar tidak ketahuan. “Mereka biasanya pendiam dan menghindar dari kegiatan sosial, jika menemukan cirri-ciri seperti ini kita patut waspada”, pungkasnya saat menjelaskan ciri-ciri pengguna narkoba.