Detail Berita

Image

Sabtu (29/06), mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo (Fikom Unitomo) menggelar Talkshow bertajuk “Surabaya Indah Tanpa Sampah Plastik”. Bertempat di Royal Plaza Surabaya, kegiatan ini menurut Rafly Asmy, Media Relation kegiatan bertujuan menumbuhkan  kepedulian dari masyrakat Surabaya untuk memulai mengurangi produksi sampah plastik dalam skala individu. “Kami memulai dari hal kecil, itu sebabnya tema talkshow kami singkat menjadi SITIK, yang kalau anak Surabaya bilang aksine sitik, tapi Suroboyone tambah apik, yang maksudnya adalah dengan sedikit aksi yang kita lakukan dapat membuat Surabaya yang lebih baik lagi”, ungkapnya saat ditemui di sela kegiatan.

 

Diikuti ratusan peserta dari kalangan siswa, mahasiswa hingga masyarakat umum, kegiatan ini mendatangkan Aziz, salah seorang tim Organisasi Ecoton sebagai narasumber. Dalam paparannya Aziz mnerangkan betapa dampak sampah plastik sudah merusak tatanan ekosistem. “Akibat parahnya sampah plastic yang selalu dibuang ke sungai, khususnya yang pernah diteliti yakni sungai brantas, sampah plastik yang mencemarinya menyebabkan ikan-ikan mengandung microplastik dan berkelamin ganda”, ujarnya.

 

Aziz menambahkan, kegiatan SITIK kali ini merupakan kegiatan positif dalam mengedukasi masyarakat mengurangi sampah plastik. “Kita tahu, sampah plastik sangat mencemari lingkungan dan sulit terurai. Faktanyanya kalau botol, itu dia bisa terurai dengan sendirinya selama 450 tahun, bisa dibayangkan dong dampak negatifnya berbahanya seperti apa?”, imbuhnya.

 

Selain talkshow, kegiatan SITIK juga menyisipkan lomba membuat iklan layanan masyarakat tentang mengurangi sampah plastik yang diikuti sebanyak 163 peserta. Citra Angga Soedjono, Dosen pembimbing mata kuliah event manajemen mengatakan kegiatan mahasiswa dalam talkshow ini dapat memberi dampak positif mengenai pengurangan sampah plastik. “Sampah plastik sudah menjadi isu mendunia, saya pribadi mengapresiasi kegiatan mahasiswa semester 6 ini dalam mengimplementasikan mata kuliah event manajemen mampu memberi edukasi masyarakat tentang bahaya sampah plastik melalui talkshow dan lomba video iklan layanan masyarakat yang di share ke berbagai media sosial”, pungkas dosen kelahiran Blitar ini.