Detail Berita

Image

Kamis (36/07), Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menggelar Internasional Conference bertemakan mengangkat tema "Asian Conference on Humanities, Industry and Technology for Society (ACHITS)". Bertempat di Auditorium K. H. Moh. Saleh, kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor, Bachrul Amiq. " Terlaksananya kegiatan conference yang merupakan bagian dari rangkaian acara Dies Natalies Unitomo ke 38 ini patut kita syukuri, karena menunjukkan bahwa kita masih memiliki komitmen yang tinggi terhadap kemajuan ilmu. Utamanya ilmu-ilmu sosial humaniora, industri dan teknologi", ungkapnya saat memberikan sambutan.

Bachrul Amiq menambahkan, berkumpulnya para akademisi di konferensi internasional ini mendalami seputar persoalan Humaniti, Industri dan Teknologi yang dihadapi masyarakat saat ini. "Kita bersama-sama mengkaji bagaimana masyarakat bisa terus dan makin berdaya di tengah makin complicated-nya beragam persoalan sosial kemasyarakatan yang kita hadapi dewasa ini", imbuhnya.

Kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta ini mendatangkan tujuh narasumber baik dalam maupun luar negeri diantaranya Bachrul Amiq dari Indonesia, Leon Shyue – Liang Wang dari  Taiwan, Muhammet Erbay dari Turki, Takao Urano dari Jepang, Sakthip Krairiksh dari Thailand, Carolina D. Dita dari Filipina. Ketujuh pembicara tersebut memberikan paparan mengenai isu yang sedang hangat terkait Humaniora, industri dan teknologi untuk masyarakat.

Ditemui di disela kegiatan, Amirul Mustofa, ketua pelaksana mengatakan kegiatan ACHITS kali ini menjadi kegiatan yang pertama dilakukan. "Meski baru kali pertama, antusias peserta yang mengikuti banyak, baik penyaji artikel maupun peserta partisipasi. Ini akan menjadi evaluasi kami untuk menjadikan ACHITS sebagai agenda tahunan", ungkap Dekan Fakultas Ilmu Administrasi ini.

Sementara itu, Muhammet Erbay, salah satu narasumber ACHITS mengungkapkan dirinya puas bisa memberi paparan mengenai pentingnya bahasa di era globalisasi. "Percepatan globalisasi yang dahsyat membuat teknologi informasi merubah arah politik, ekonomi hingga budaya, maka dari itu kita harus memahami bahasa secara global", pungkas pria asal Konya, Turki ini.

 

Download PPT :

https://drive.google.com/open?id=18BJwTDDBE2WPrS77LtewtC9IIGWtvEIK

https://drive.google.com/file/d/1EGhsAg-mMcQrJey0f9TnHs6utf-3F8Oj/view