Detail Berita

Image

Sabtu (24/08), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dr. Soetomo (FKIp Unitomo) menggelar Seminar Nasional Teknologi Pendidikan (SNTP). Bertempat di Auditorium K. H. Moh. Saleh, kegiatan ini mengangkat tema "Inovasi Teknologi Pembelajaran di Era Revolusi Industri 4.0" dan dibuka langsung oleh Rektor, Bachrul Amiq.

 

Dalam sambutannya Bachrul Amiq mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat untuk berbagi refrensi inovasi teknologi di dunia pendidikan. "Perkembangan pendidikan saat ini tidak bisa dipisahkan dari perkembangan teknologi yang begitu pesat, melalui kegiatan ini saya harap semua peserta bersinergi dalam memunculkan inovasi teknologi pembelajaran", ujarnya.

 

Kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta ini mendatangkan Waras Kamdi, Guru Besar Universitas Negeri Malang dan Nisfu Asrul Sani, Dosen Institut Teknologi Sepeuluh Nopember sebagai Keynote Speaker. Dalam paparannya Waras Kamdi mengatakan revolusi industry 4.0 menguatkan laju inovasi dan teknologi disruptif. Kecepatan dalam beradaptasi dengan perkembangan menjadi kunci utama. “Oleh sebab itu kita harus peka dan melakukan introspeksi diri sehingga mampu mendeteksi posisi di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi”, ungkap pria kelahiran Trenggalek ini,

 

Senada dengan Waras Kamdu,  Nisfu Asrul Sani mengatakan era revolusi industry 4.0 menuntut masyarakat berlari mengikuti terpaan arus informasi dan teknologi yang cepat, tidak terkecuali bagi para tenaga pengajar di dunia pendidikan. “Lanskap belajar saat ini semakin terbuka dan tanpa batas, saat ini banyak bermunculan metode pembelajaran menggunakan teknologi internet”, tuturnya.

 

Nisfu Asrul Sandi menambahkan dalam menghadapi terpaan yang ada tenaga pengajar wajib berinovasi dan memahami dunia teknologi informasi untuk dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. “Kita mau tidak mau harus melek teknologi, karena ini sudah menjadi tuntutan saat ini. Untuk itu dalam skema pembelajaran tidak heran banyak perguruan tinggi telah menggabungkan metode pembelajaran tatap muka dan tatap maya, hal ini guna mengikuti perkembangan revolusi industry 4.0”, pungkasnya.