Detail Berita

Image

Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya tahun ini menargetkan akan menerima 2.000 mahasiswa baru Tahun Akademik 2020/2021. Penerimaan mahasiswa baru tersebut dibagi menjadi tiga gelombang. Rektor, Bachrul Amiq, mengatakan, kuota 2.000 untuk mahasiswa baru tersebut terbagi atas 9 Fakultas 27 Program Studi (Prodi). Dari 27 prodi tersebut, satu di antaranya merupakan prodi baru, yakni S1 Teknik Geomatika yang memiliki daya tampung 32 mahasiswa. “Kami sepakat untuk bersinergi dengan seluruh elemen Unitomo agar target bisa tercapai”, ucapnya saat ditemui di Ruang Pendaftaran Gedung A, Kamis (16/1).

Bachrul Amiq menambahkan, melalui para dekan masing-masing prodi memiliki target penerimaan yang sudah dianalisa. “Masing-masing Prodi memiliki target kuota sendiri sehingga target 2.000 mahasiswa dapat tercapai”, imbuhnya.

Sementara, Meithiana Indrasari, Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (Panpenmaru) mengungkapkan kampus Unitomo menyediakan beasiswa bagi mahasiswa baru. Selain Bidikmisi dari pemerintah, Unitomo juga menawarkan beasiswa Hafidz Al Qur’an kepada para mahasiswa baru. “Kriterianya hafal minimal 15 juz, yang dilampiri rekomendasi dari pengasuh pondok pesantren serta lolos tes khusus Hafidz Al Qur’an yang diadakan tim Panpenmaru”, ungkapnya.

Secara keseluruhan, Meithiana Indrasari menerangkan mahasiswa Unitomo rata-rata berasal dari Surabaya, dan sebagian kecil dari kota-kota lain seperti Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Madiun, Flores, Papua dan Banyuwangi.  Di sisi lain, Unitomo mulai tahun ini menyelenggarakan kelas internasional dengan kuota 20 mahasiswa asing. Pesertanya merupakan mahasiswa dari kampus luar negeri mitra Unitomo, antara lain dari Jepang, Thailand, Malaysia dan Australia. Kelas Bahasa Indonesia diakui yang paling siap untuk menyelenggarakan kelas internasional. “Kelas ini akan dimulai pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini dengan program joint credit. Para mahasiswa asing ini bisa mengikuti kelas internasional selama satu semester dan maksimal dua semester. Unitomo telah mengajukan biaya penyelenggaraan kelas internasional ini kepada pemerintah pusat”, imbuh Wakil Rektor IV ini.