Detail Berita

Image

Universitas Dr. Soetomo Surabaya (Unitomo) Senin (01/06) kembali gelar web seminar (webinar) Internasional mengenai peluang kerjasama riset internasional  dengan tajuk "Challenge and Opportunity on Research and International Collaboration in Southeast Asian Higher Education ” yang di gelar melalui aplikasi zoom meeting dan live streaming di kanal youtube.

Wakil rektor IV bidang kerjasama dan pemasaran Dr. Meithiana Indrasari, ST., MM dalam sambutannya mewakili Rektor berharap melalui ajang maya ini bisa menjadi menjadi peluang bagi para akdemisi khususnya para peneliti untuk mengetahui peluang kerjasama penelitian dengan beberapa perguruan tinggi di Philipina dan Malaysia.

"Dengan memanfaatkan momentum webinar dan semangat kelahiran Pancasila ini mari kita pompa  daya  imajinasi dan energi inovasi bangsa menyongsong era kenormalan baru terutama bagi para peneliti dan akademisi untuk terus mencari peluang kerjasama dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri”,ujarnya  bersemangat

Hadir sebagai narasumber diantaranya Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manila Philipina  Dr. Lili Nurlaili, M.Ed , Dekan Fakultas Komunikasi Massa University of Philipina  Prof. Arminda V. Santiago, Ph.D. serta  Prof. Dr. Nor Hazana Abdullah dosen fakultas  Manajemen Teknologi dan Bisnis Universiti Tun Hussein Onn Malaysia.


Lili Nurlaili  sebagai salah satu nara sumber membahas materi terkait “Strategi Kolaborasi Pendidikan, Pelatihan dan Pemagangan di Philipina”
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa beberapa peluang kerjasama penelitian yang dapat di lakukan oleh perguruan tinggi Indonesia dengan perguruan tinggi di Philipina.

"Dalam pengembangan bahasa dan budaya di KBRI Manila telah mengadakan pelatihan bahasa Indonesia dan syukur alhamdulillah sekarang sudah ada 750 siswa, guru, dosen dan masyarakat yang tertarik dan berperan aktif belajar bahasa Indonesia. Bahkan sekarang telah menjadi mata kuliah wajib di beberapa SMA dan perguruan tinggi”. tuturnya

“Dari sisi Budaya kami telah mengadakan beberapa acara promosi budaya dengan memperkenalkan beberapa tarian Indonesia serta pelatihan membuat Batik. Dan hasilnya sekarang kami telah mempunyai 7. 000 siswa pelatihan magang di Philipina yang bisa membatik. Tujuan kami adalah bagaimana orang Philipina menyukai dan menghargai batik sebagai warisan budaya Indonesia”,imbuh Lilik.   


Sementara itu Prof. Arminda V. Santiago, Ph.D. dan Prof. Dr. Nor Hazana Abdullah lebih banyak memaparkan aspek administratif kerjasama riset dengan mitra perguruan tinggi serta sharing pengalaman mereka dalam mengadakan serta mengelola kerjasama riset  dan jurnal penelitian dengan beberapa perguruan tinggi mitra luar negeri.

Menurut mereka langkah pertama dalam melakukan kerjasama penelitian adalah mengadakan penjajakan dahulu  tentang kesamaan visi dan misi perguruan tinggi serta jenjang akreditasi perguruan tinggi, selanjutnya membuat MoU dan MoA untuk mengatur lebih detil aspek-aspek teknis terkait kerjasama tersebut.

Dalam kesempatan sambutan penutupan Dr. Meithiana Indrasari, ST, MM mengaku bersyukur bahwa giat webinar Unitomo yang berlangsung selama kurang lebih dua jam dengan beberapa mitra perguruan tinggi luar negeri  ini berlangsung sukses dengan antusiasme peserta  sampai 1.700 orang.

"Unitomo sudah sering melakukan kerjasama dengan beberapa mitra perguruan tinggi di Phillipina bahkan beberapa dosen telah  mengadakan kerjasama riset dan joint seminar dari beberapa perguruan tinggi di Phillipina sebagai bentuk implentasi MoU yang sudah dibuat selama ini. Banyak fasilitas yang ditawarkan, selanjutnya tergantung perguruan tinggnya mau aktif follow up apa tidak. Menurut saya ini sangat support  dengan program kampus merdeka’, ungkap Meithiana

“Selanjutnya mohon maaf kepada peserta yang tidak bisa bergabung di laman zoom karena memang kapasitasnya sangat terbatas. Namun saya sangat apresiasi dengan antusiasme peserta  lain yang menyaksikan webinar ini di live streaming youtube sangat luarbiasa. Ke depan kami akan usahakan lebih baik lagi”, pungkas doktor Ilmu MSDM ini menutup percakapan.(AGBAR)