Detail Berita

Image

Selasa (14/07), Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menggelar Webinar Nasional dengan mengangkat tema ”Jurnalisme Politik di Tengah Pandemi”. Kegiatan dilaksanakan secara Daring atau online menggunakan zoom meeting sebagai media pertemuan.

 

Mengawali kegiatan, Dekan Fikom, Redi Panuju mengungkapkan kegiatan ini akan  membuka wawasan bagi peserta agar mengetahui bagaimana hiruk pikuk para pelaku jurnalis politik di tengah pandemi Covid-19. “Para praktisi jurnalis ini banyak mengalami berbagai benturan, mulai dari pihak pemangku kepentingan politik hingga fungsi kontol sosialnya dalam konstruksi politik. Untuk itu mari kita saling diskusi melalui kegiatan ini, agar kasanah keilmuan jurnalisme politik semakinbertambah”, ungkapnya.

 

Kegiatan yang diikuti kurang lebih 300 partisipan ini menghadirkan Masduki, Ketua PR2Media dan Prilani, Penulis Buku Jurnalisme Politik serta Tony S. Soekrani, Mantan Sekretaris Menteri Penerangan 1983-1989 sebagai narasumber. Dalam paparannya, Prilani mengatakan saat ini berita politik dianggap sangat eksotis. “Keadaan ini yang menjadikan pelaku jurnalis politik cenderung mengabaikan cover both side”, ujarnya.

 

Menyikapi paparan Prilani, Tony S. Soekrani menjelaskan, kondisi saat ini memaksa jurnalis politik mengalami pergeseran akses. “Pandemi memacu kita untuk lebih cepat menyerap segala yang berbau internet dan digital, teknologi ini yang kemudian mendomunasi jurnalisme”, kata Tony yang juga Dosen S2 Magister Ilmu Komunikasi Fikom.

 

Sementara itu, Masduki lebih luas menyampaikan, saat ini lebih mengarah ke pilar jurnalisme di era digital. “Tidak bisa dipungkiri jurnalisme politik saat ini dalam balutan informasi-informasi digital, inilah yang harus kita waspadai agar jurnalisme harus tetap pada empat pilarnya yakni publikasi fakta, loyalitas kepada publik, ruang kritik dan kontrol, serta disiplin fact-checking”, terangnya.