Detail Berita

Image

Jumlah mahasiswa PTS di Jatim penerima bantuan KIP-K (Kartu Indonesia Pintar Kuliah) tahun ini meningkat. Jika tahun lalu jumlahnya 1.277 mahasiswa, maka tahun ini jumlahnya naik 5 kali lipat menjadi 6.891 mahasiswa. Demikian disampaikan koordinator L2Dikti (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) Wilayah VII Jatim Prof. Dr. Soeprapto, DEA, dalam konferensi pers di kantornya, Jum'at (10/7).

 

Menurut Soeprapto, KIP-K sebagai pengganti program Bidikmisi yang tahun ini dihapus, diperuntukkan bagi mahasiswa baru, khususnya yang lulus SMA sederajat tahun 2020 atau paling lama 2018. "Syaratnya mereka belum terdaftar sebagai mahasiswa di PT mana pun, berpotensi akademik baik, tapi memiliki keterbatasan ekonomi", ujar Soeprapto.

 

Selain KIP-K yang khusus diberikan bagi mahasiswa baru, pemerintah melalui L2Dikti tahun ini juga memberi bantuan SPP / UKT bagi 26.760 mahasiswa PTS di Jatim. Rinciannya, 5.421 untuk mahasiswa semester III, 8.490 untuk semester V, dan 12.849 untuk semester VII. Baik KIP-K maupun bantuan SPP / UKT diberikan melalui kampus. Besarnya maksimal 2,4 juta rupiah per semester.

 

Penambahan kuota KIP-K dan bantuan UKT / SPP ini mendapat respon positif kalangan PTS. Wakil Rektor III Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Dr. Ir. Suyanto, optimis hal ini akan menambah semangat para mahasiswa dan calon mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk bisa tetap melanjutkan studi. "Di tengah lesunya ekonomi akibat covid-19 yang sedang kita hadapi, bantuan ini ibarat air di padang pasir. Melegakan, tertutama bagi mereka yang  secara ekonomi kurang beruntung", ujar Suyanto.