Detail Berita

Image

Setelah viral dengan aksi tariannya yang heboh saat prosesi wisuda Universitas Dr.Soetomo Surabaya (Unitomo) beberapa hari lalu, hari ini Rabu (23/09) Dhanar Jabro Febiansah atau yang lebih kondang dipanggil Bro Jabro tampil live di acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2020 di Kampus Unitomo Surabaya.

Kali ini ia tampil sebagai narasumber dalam talk show bertema : “Menjadi Generasi Muda Kreatif di Era 4.0”. Acara yang di pandu langsung oleh Rektor Unitomo Bachrul Amiq ini berlangsung meriah dan dijalankan secara luring serta terkoneksi online melalui aplikasi Zoom ke seluruh peserta mahasiswa baru (maba) Unitomo.

Dalam pembukaan talk show Rektor Unitomo Bachrul Amiq mengaku sangat mengapresiasi talenta Bro Jabro sebagai salah satu alumni berprestasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Unitomo.

“Kita sudah sama tahu bahwa Bro Jabro ini sangat piawai sebagai content  creator yang punya ribuan follower di laman Youtube dan Instagram. Disamping itu ia juga punya bakat seni yaitu modern dance dan fashion. Tapi kali ini saya ingin ia memberikan tips dan motivasi bagi adik-adik maba Unitomo tentang bagaimana meraih keberhasilannya dan bisa survive di era milenial ini”,kata Amiq.

Dalam paparannya Bro Jabro banyak mengupas kegiatan masa kuliahnya di Unitomo terutama tentang kegiatannya di unit kegiatan mahasiswa dan interaksinya bersama para dosen selama belajar di Fikom Unitomo.

“Di Fikom Unitomo saya memilih konsentrasi ke Jurnalistik karena sangat menunjang peran saya sebagai content creator dan banyak para dosen di Fikom sangat suport dengan profesi saya”,  ujar Jabro.

Bahkan pria kelahiran Malang, 13 Februari 1993 ini pun banyak berpesan kepada para maba untuk terus menggali potensi diri selama kuliah agar kelak bisa menunjang profesinya di bidang masing-masing.

“Sejak SMP sampai SMA saya sangat menyukai dunia seni tari dan serius total di bidang itu. Dan terus berusaha berprestasi dengan mengikuti beberapa ajang lomba tari di Kota Malang dan Syukur Alhamdulillah selalu juara 1. Dan sejak tahun 2015 saya baru menggeluti dan mulai belajar sebagai content creator. Untuk itu saya berpesan selama kuliah kembangkan terus soft skil kalian di UKM (unit kegiatan mahasiswa) di Unitomo yang tentunya nanti akan banyak membantu di masa yang akan datang,” paparnya

Menurutnya, menjadi seorang content creator harus mempunyai ciri khas agar mudah dikenali oleh masyarakat.

"Sekarang conten creator itu banyak, yang penting kita harus punya ciri khas. Kalau ciri khas dari saya ini rambut dan sayap itu yang diingat orang. Karena aku inginnya yang fun, menghibur, unik. Karena yang unik seperti aku ini cuma satu," ucap pria asli Malang ini.

Ia juga berpesan kepada para content creator baru agar  total dalam mengerjakan sesuatu dan tidak menghiraukan komentar netizen.

"Kita kalau mencebur ke dalam suatu bidang kita harus total tidak boleh setengah-setengah. Jangan terlalu memikirkan komentar netizen. Karena dalam hidup ini pasti ada yang suka dan nggak suka. Kalau ada komentar yang mengkritik ya kita terima saja sebagai masukan agar konten kita ke depan lebih baik. Terus jangan lupa melakukan evaluasi diri," pungkasnya.(AGBAR/WLD).