Detail Berita

Image

Bertempat di balai desa Padusan Pacet Mojokerto Sabtu (28/11) Dalam Rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kebencanaan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur digelar Pembukaan Penyuluhan dan Pelatihan bagi perkumpulan Ibu-Ibu Dasa Wisma Desa Pacet Mojokerto. Kegiatan yang dihadiri 40 peserta Dasa Wisma Desa Padusan dan di laksanakan dengan standar keamanan Covid-19 ini dibuka oleh Iriani Muarifah Kepala Desa Padusan sebagai pembinanya

Dalam sambutannya Iriani mengapresiasi kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini terutama dalam rangka memotivasi ibu-ibu dasa wisma setempat untuk lebih berkreasi dan berinovasi memanfaatkan bahan pangan lokal sebagai bahan pangan alternatif dalam rangka menuju desa tangguh bencana. “Desa Padusan adalah penghasil ubi jalar yang tidak mengenal musim dan bahkan jumlahnya sangat banyak. Sangat sayang bila hanya dikonsumsi secara konvensional”, ujar Kades Padusan ini.

Pada kesempatan itu diawali kegiatan Pelatihan bertajuk “Diversifikasi Pangan  Lokal Berbasis Ubi Dalam Upaya Pemberdayaan Dasa Wisma Tangguh Bencana Di Desa Pacet Mojokerto” oleh Fadjar Kurnia Hartati Dosen Fakultas Pertanian Unitomo. Menurutnya selama ini belum banyak yang memanfaatkan ubi jalar menjadi produk olahan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi . “Salah satu upaya untuk pemulihan sosial ekonomi dimasa pandemi yaitu dengan memanfaatkan komoditi lokal menjadi berbagai produk olahan.  Harapan kedepan ubi jalar dari desa Padusan  bisa menjadi produk unggulan. Ditambah lagi lokasi desa Padusan yg merupakan destinasi wisata. Jadi memang butuh Produk Ikon oleh-oleh yang beragam”,papar Fadjar yang juga Ketua LPPM Unitomo.

Dalam pelatihan awal ini produk olahan ubi jalar yang disiapkan antara lain es krim, permen, selai, dan minuman sedangkan materi pelatihan akan disiapkan secara bertahap. “ Ini masih awal, agar tidak membosankan nanti secara terprogram akan hadir beberapa tim dosen pemateri dari Unitomo yang akan memberikan pelatihan dengan tema kewirausahaan menarik lainya. Bukan hanya pelatihan tentang cara membuat produk olahan ubi jalar saja karena bisa saja dari bahan lainnya. Selama masa KKN disini akan terus dilanjutkan dengan pelatihan seperti cara memasarkan produk unggulan supaya bisa bersaing dipasar lokal maupun global”, imbuhnya.(AGBAR)