Detail Berita

Image

Sabtu, (12/12) Dalam Rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kebencanaan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur gelar Sosialisasi dan Penyuluhan Tim Pengabdian Dosen Unitomo bagi Ibu-Ibu Dasa Wisma Desa Padusan Pacet Mojokerto. Penyuluhan yang bertema “Perlindungan dan Penyelamatan Arsip dalam Siaga Bencana” ini berlangsung di balai Desa Padusan Pacet Mojokerto dan dihadiri Siti Marwiyah,Wakil Rektor I bidang akademik beserta Iriany Muarifah, Kepala Desa Padusan yang juga sebagai pembina Dasa Wisma desa setempat.

Dalam penyuluhan awal Siti Marwiyah yang juga termasuk anggota Tim Dosen  Pengabdian menjelaskan tentang pentingnya materi penyuluhan tematik kebencanaan ini agar para ibu-ibu sebagai kader dasa wisma dalam menghadapi bencana tidak panik dan selalu tetap tenang sehingga dapat membantu  keluarganya mempersiapkan upaya penyelamatan arsip surat-surat penting seperti surat tanah, surat nikah, ijazah dalam  satu berkas karena bencana bisa terjadi dengan tiba-tiba. “Dalam kesempatan ini tim dosen kami berupaya untuk memberikan salah satu materi edukasi pengurangan resiko bencana yaitu bagaimana melindungi arsip penting keluarga kepada Ibu-Ibu Desa Padusan karena daerah ini sangat berpotensi rawan bencana seperti tanah longsor dan banjir bandang”,ujar doktor Ilmu  hukum ini.

Dalam kesempatan pemaparan materi yang dibawakan oleh Fedianty Agustinah Ketua Tim Dosen Pengabdian Unitomo yang banyak menjelaskan upaya menjaga dokumen penting keluarga agar terhindar dari kerusakan fatal akibat bencana alam. “ Karena bencana terjadi secara mendadak biasanya Ibu-ibu langsung panik dan lebih dulu menyelamatkan benda-benda berharganya seperti uang,perhiasan, dan alat elektronik. Sedangkan dokumen pentingnya seperti surat nikah, ijazah, akte kelahiran dan dokumen penting lainya terlupakan”, papar Fediaty.

 

Menurut Fedianty dokumen keluarga ini dikatakan penting karena merupakan arsip keperdataan keluarga  jadi biia hilang atau rusak maka akan sangat merepotkan bila nanti mempunyai urusan administrasi dengan pihak lain terkait dengan dokumen tersebut. “Oleh karena itu senyampang masih dalam keadaan aman mulai sekarang harus dikelola keberadaan dan keamanannya dengan baik di file map dokumen kemudian disimpan di koper atau tas agar aman”,tutur calon doktor ilmu administrasi ini.“Sebaiknya dalam tas atau koper yang disiapkan untuk penyimpanan arsip juga sudah disiapkan beberapa peralatan tanggap darurat bencana lainya untuk masa kurang lebih tiga hari seperti uang tunai secukupnya, makanan tahan lama, pakaian, selimut, handuk, perlengkapan mandi dan masker guna menyaring udara kotor”,imbuhnya.

Dalam kesempatan terpisah Iriany Muarifah Kepala Desa Padusan mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Tim dosen Pengabdian Unitomo ini karena sudah turut membantu mengingatkan kepada Ibu-Ibu dasa wisma Desa Padusan agar selalu tetap waspada dan tanggap bencana serta peduli pada dokumen penting keluarga agar selalu dikelola dan dijaga dengan baik.“Matur nuwun buat tim dosen Unitomo karena kami sudah diingatkan untuk menjaga dan memelihara dokumen keluarga. Meskipun sepele namun sangat penting bila dibutuhkan. Juga kepemilikan tas siaga bencana tersebut beserta isinya bagi semua anggota keluarga sangat saya rekomendasikan sebagai cadangan bertahan hidup apabila bantuan belum datang saat bencana tiba”,ungkap Iriany

Di akhir sosialisasi ini telah diserahkan pula secara simbolis tas siaga bencana bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Timur kepada Kepala desa Padusan Pacet beserta paket bantuan sembako dan souvenir bagi ibu-ibu dasa wisma peserta sosialisasi ini.(AGBAR)