Detail Berita

Image

Senin (12/04), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) dan Pusat Studi Bencana & Lingkungan (PSBL) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) bersama Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) menggelar Kuliah Umum dengan mengangkat tema ”Pencegahan dan Mitigasi Bencana Berbasis Keluarga Tangguh Bencana di Wilayah Banjir Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo”. Kegiatan dilaksanakan secara Daring atau online menggunakan zoom meeting sebagai media pertemuan.

 

Mengawali kegiatan, Rektor, Bachrul Amiq mengungkapkan kegiatan yang masih di tengah Pandemi ini mendapat dukungan luar biasa dari BNPB. “Kami sangat berterima kasih kepada BNPB yang hingga saat ini masih memberikan kepercayaan Unitmo, PSBL dan LPPM guna mendukung penuh pelaksanaan KKN Tematik Bencana”, ungkapnya.

 

Kegiatan yang diikuti sekitar 300 partisipan ini menghadirkan Lilik Kurniawan, Deputi II Pencegahan BNPB bersama Dadang Iqwandi, Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, serta Hendro Wardhono, Ketua PSBL Unitomo sebagai narasumber. Dalam paparannya, Lilik Kurniwan mengatakan Unitomo merupakan kampus yang berani dan survive dalam penyelenggaraan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di tengah Pandemi Covid-19. “Kami mengapresiasi kampus Unitomo yang bisa bertahan, bahkan bangkit di tengah tekanan Pandemi ini”, ujarnya.

 

Lilik menambahkan, bencana merupakan urusan bersama, mahasiswa Unitomo punya peran penting dalam membantu masyarakat selamat dari bencana. “Kita harus pahami bersama, ancaman bencana adalah peristiwa alam yang terjadi bersifat siklus. Bencana terjadi di masyarakat, maka peningkatan kapasitas masyarakat menjadi hal yang penting, terutama berbasis keluarga”, imbuhnya.

 

Sementara itu, Hendro Wardhono menyampaikan dukungan edukasi kebencanaan harus terus didorong bukan saja sebatas materi suplemen namun masuk dalam kurikulum. Dalam KKN tahun ini, menginisiasikan bersama BNPB mewujudkan Keluarga Tangguh Bencana (Katana). “Tantangan untuk peserta KKN kali ini, mahasiswa harus bisa menyampaikan informasi ancaman yang bahasanya tidak menakutkan ketika didengar”, ujar Hendro yang juga Wakil Ketua Ikatan Ahli Becana Indonesia ini.

 

Lebih lanjut, Dadang Iqwandy menjelaskan kegiatan KKN Unitomo menguatkan pengetahuan terhadap resiko bencana kepada masyarakat. “Mahasiswa harus bisa transfer knowledeg tentang penanganan resiko bencana, sehingga bisa mewujudkan Katana di masyarakat”, terangnya.

 

Sebagai closing statement¸Fadjar Kurnia Hartati, Ketua LPPM mengatakan KKN tahun ini akan dilaksanakan secara luring yang terbagi dalam kelompok – kelompok kecil dengan penjadwalan sesuai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang sudah tertata. “Dengan arahan dari BPBD Jatim, kita memastikan ke mahasiswa untuk tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat saat menjalankan program KKN”, kata Doktor Bidang Ketahanan Pangan ini.