Detail Berita

Image

Selasa (31/08). Menyambut tahun akademik baru 2021/2022, Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). Bertempat di Auditorium Ki Moh. Saleh kampus Unitomo, kegiatan mahasiswa baru (maba) ini diikuti 850 peserta. Acara PKKMB digelar secara Luring dan Daring melalui aplikasi Zoom dan Channel Youtube, dengan mengusung tema “Mewujudkan Revolusi Mental dan Karakter Kebhinekaan Soetomo Muda Melalui Kampus Merdeka”.

Laporan Rahmawati Erma Standsyah, S.Si, M.Si, Ketua Pelaksana PKKMB SOEMAYA 2021

Rahmawati Erma Standsyah, Ketua Pelaksana mengatakan PKKMB SOEMAYA 2021 (Soetomo Muda Berbudaya) kali ini bertujuan untuk memperkenalkan mempersiapkan mahasiswa serta mempercepat proses adaptasi pada lingkungan akademik Unitomo yang baru. “Antusiasme peserta maba PKKMB SOEMAYA 2021 yang berasal dari program studi reguler dan Jalur KIP dijenjang D3, S1 dan S2 sangat tinggi. Harapan kami maba kali ini harus mempunyai semangat juang seperti Soetomo muda yang berintegritas dan tetap menjunjung tinggi budaya Indonesia”, ujar Rahma

Menurutnya kegiatan PKKMB ini sudah diawali dengan kegiatan Pra PKKMB yaitu melalui ketua bimbingan kelompoknya (Bimpok) para maba diharuskan menghasilkan karya digital menarik dan di upload di sosial media kelompoknya.“Dalam rangka perkenalan di kegiatan Pra PKKMB kemarin para maba diberi tugas untuk membuat twibbon dan menghapalkan lagu Hymne dan Mars Unitomo yang dibantu kakak bimpok mereka”, jelasnya.

PKKMB SOEMAYA 2021 ini dilaksanakan secara hybrid baik daring maupun luring serta tetap mematuhi protokol kesehatan ketat.”Jumlah peserta yang hadir ofline hanya 50 orang perwakilan maba fakultas dan Bidikmisi KIP. Sedangkan undangan internal dibatasi hanya 14 orang,  juga penataan ruangan dan kursi disesuaikan standar keamanan kesehatan yang ditetapkan pemerintah,” imbuh dosen FKIP ini.

Rektor Unitomo Dr. Siti Marwiyah, SH, MH secara simbolis menyematkan tanda kelompok pada perwakilan maba.

Kegiatan PKKMB diawali dengan pembukaan simbolis oleh Siti Marwiyah Rektor Unitomo, dengan menyematkan tanda peserta kepada 2 perwakilan maba yang hadir. Lalu sebelum pemberian materi visi dan misi Unitomo, rektor memperkenalkan jajaran pimpinan Yayasan Pendidikan Cendekia Utama (YPCU), Rektorat, Dekanat kepada seluruh peserta PKKMB. “Syukur alhamdulilah, berkat ijin Allah kita dapat melaksanakan PKKMB meskipun masih dalam situasi pandemi Covid-19. Saya besyukur karena mahasiswa yang hadir disini maupun melalui daring sudah menetapkan pilihan studi lanjutnya di Unitomo sebagai perguruan tinggi terbaiknya. Situasi pandemi sangat berdampak negatif di sektor ekonomi sehingga dengan adanya kalian bisa melanjutkan kuliah di Unitomo maka harus banyak bersyukur.Wujud dari bersyukur disini adalah selama menempuh pendidikan di Unitomo hendaknya belajar dengan semangat dan sungguh-sungguh”, tuturnya. 

Pidato Sambutan Rektor di PKKMB SOEMAYA 2001 Unitomo.

Selain itu, senada dengan tujuan PKKMB ini Siti Marwiyah atau biasa dipanggil Iyat menjelaskan pentingnya membentuk mental yang kuat dan karakter kebhinekaan bagi mahasiswa baru, terutama di lingkungan akademis. “Mari jadikan PKKMB ini sebagai momentum untuk meningkatkan kemampuan akademik dan kecerdasan emosional, disamping aktif kuliah diharap nantinya maba juga aktif di organisasi kemahasiswaan, karena untuk mencapai kesuksesan hanya membutuhkan 20 persen kecerdasan IQ dan sisanya 80 persen adalah kecerdasan emosional yang ditunjukkan dengan bagaimana anda dapat mengembangkan diri dalam keragaman hidup bermasyarakat. Saya harap semua maba bisa terus mengikuti seluruh rangkaian PKKMB ini sampai tuntas serta mengambil sisi positifnya karena nanti akan ada pembekalan dari orang hebat yaitu Bapak La Nyalla Mattalitti dan Bapak Sandiaga Uno”, ujar Iyat.

Sementara itu dalam susunan acara PKKMB hari ke 1 ini berkesempatan disuguhkan pembekalan singkat bagi maba Unitomo secara daring dari AA.La Nyalla Mattalitti Ketua DPD RI, yang berjudul “Meneguhkan Nasionalisme di Kalangan Mahasiswa”. Yang menurutnya tema ini harus selalu ada di alam pikir para mahasiswa. Karena nantinya akan dipelajari dan didiskusikan dalam organisasi kemahasiswaan tentang tema-tema kebangsaan. Sejarah peradaban dunia. Capaian-capaian dunia. Dan masa depan dunia. “Sebagai mahasiswa, kalian harus terbiasa membicarakan isu-isu politik dan kenegaraan. Mengingat kalian adalah para penerus bangsa. Sekaligus penentu masa depan bangsa dan negara ini. Karena itu, isu seputar Nasionalisme menjadi penting”, papar Nyalla.

Dalam kesempatan pembekalan Nyalla juga berpesan kepada para maba Unitomo agar selalu bangga menjadi mahasiswa Unitomo karena juga menyandang nama harum Pahlawan Kebangkitan Nasional Dr. Soetomo. “Anda harus bangga kuliah di Universitas Dr Soetomo, yang tidak bisa lepas dari nama pejuang besar bangsa ini. Yakni Dr. Soetomo. Tokoh perintis kemerdekaan Indonesia yang pada tahun 1908 mendirikan Budi Utomo. Sebuah organisasi yang bertujuan meningkatkan harkat dan martabat bangsa ini. Sebuah organisasi sosial yang menjadi tonggak sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia”, pesannya sebelum mengakhiri pembekalannya.

MENPAREKRAF RI Sandiaga Salahuddin Uno, BBA, MBA sedang memberikan pembekalan di PKKMB secara online

Dalam kesempatan lain Sandiaga Salahuddin Uno Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  RI.  juga turut memberikan motivasi pembekalan pada maba secara online dengan tema : “Menjadi Entrepreneur Muda Bagi Mahasiswa Unitomo”. Menurutnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung segala upaya pemuda untuk menjadi entrepreneur dengan melalui beberapa program seperti Widuri (Wirausaha dan Digital Mandiri ) untuk menumbuhkan wirausaha muda dan ekosistem digital.“Pandemi Covid 19 telah banyak memberikan dampak buruk bagi rakyat Indonesia termasuk industri kreatif. Untuk itu melalui momentum PKKMB ini sebagai pemuda kita harus bangkit dan ikut berpartisipasi di bidang pengembangan industri kreatif”, ujar Sandiaga.

Menurutnya Kemenparekraf berkomitmen untuk menciptakan lokomotif ekonomi kreatif yang membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Yaitu dengan mendorong para pelaku parekraf melakukan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi lewat sejumlah program seperti #BeliKreatifLokal, Wirausaha Digital Mandiri (Widuri) Ekonomi Kreatif, Baparekraf Digital Talent, dan beberapa startup lainnya. "Oleh karena itu, ini kan menjadi tantangan bagi kalian (maba) yang kelak menjadi tulang punggung Indonesia harus mampu menjawab tantangan dan kemandirian di masa pandemi. Mari menjadi generasi perubahan dan bukan menjadi generasi rebahan," kata Sandi diakhir pembekalannya.

Sementara Sucipto, Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan, mengatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan PKKMB SOEMAYA 2021 ini merupakan implementasi dari pedoman yang telah dikeluarkan oleh Kemendikbud Ristek. Beberapa materi berupa video online merupakan materi yang diharapkan disampaikan pada PKKMB secara nasional. Beberapa materi lain yang diberikan  nara sumber sejalan dengan materi yang ditetapkan dalam buku pedoman PKKMB.” Nara sumber dari rektorat Unitomo yang menjelaskan mengenai sistem pendidikan, adminstrasi, kemahasiswaan yang mengarah di lingkup Unitomo. Harapan kami, semoga materi yang disampaikan mampu menumbangkan karakter nasionalisme dan mempercepat adaptasi Maba terhadap atmosfir akademik maupun non akademik”, demikian ujar Sucipto menutup percakapan.(Agbar)