Detail Berita

Image

Sabtu (11/09), Bebras Biro Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) bekerja sama dengan Google.org dan juga Bebras Indonesia, serta didukung oleh Kementrian Agaman wilayah Provinsi Jawa Timur menggelar Pelatihan Computational Thinking untuk guru Madrasah se Jawa Timur. Dengan semangat “Madrasah Hebat Bermartabat”, kegiatan yang akan berlangsung hingga Minggu (19/09) ini dilaksanakan secara daring menggunakan zoom meeting sebagai media pertemuan.

 

Anik Vega, Ketua Pelaksana kegiatan mengatakan jadwal kegiatan pelatihan dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu. “Para peserta, yakni guru Madrasah Aliyah Negeri atau MAN dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri atau MIN akan kami berikan materi-materi bermanfaat untuk pengembangan pendidikan dan pembelajaran menggunakan metode berpikir dengan landasan Komputasi atau Informatika”, ungkap Dosen Fakultas Teknik Informatika ini.

 

Sementara itu, Wakil Rektor I, Amirul Mustofa yang turut hadir sekaligus membuka kegiatan pelatihan berpesan agar ke depan kegiatan ini bisa berkembang dan bersinergi dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). “Kami akan sangat membuka kesempatan bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan bantuan sebagai pengajar, karena dalam MBKM sendiri ada program mahasiswa mengajar. Ini akan banyak memberikan manfaat bagi kedua institusi bila bersinergi”, ungkapnya.

 

Kegiatan yang diikuti sekitar 600 guru MAN dan MIN se Jatim ini mendatangkan Sugiyo, Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jatim seagai keynote Speaker. Dalam paparannya, Sugiyo menyampaikan acara ini sangat bermanfaat dan informatif, karena selaras dengan kebutuhan Mutu Pendidikan Indonesia. “Kita tahu saat ini semua sudah tergantikan oleh Teknologi. Para guru ini diharapkan untuk bisa menjadi pengendali perubahan yang ada setiap harinya, bukan hanya mengikuti arus perubahan yang ada”, jelasnya.

 

Sugiyo menambahkan di tengah derasnya arus informasi dan pesatnya perkembangan teknologi, saat ini murid sudah bisa mencari jawaban tanpa bertanya kepada guru lagi. “Akan bahaya jika nantinya sekolah hanya untuk formalitas saja, dan juga anak didik kita nantinya mendapatkan ilmu dari luar. Maka dari itu diharapkan para guru untuk selalu mengembangkan diri agar bisa memberikan yang terbaik untuk peserta didik kita”, pungkasnya.