Detail Berita

Image

Jumlah Guru Besar (Gubes) di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) bertambah satu lagi. Dosen senior Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Prof. Dr. Sukesi, MM, dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang ilmu manajemen, Senin (20/9). Sidang Senat Terbuka pengukuhan Gubes ke-17 Kampus Kebangsaan dan Kerakyatan ini dipimpin langsung Rektor Unitomo Dr. Siti Marwiyah, SH, MH. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Ki H. Mohammad Saleh lantai 5 gedung F kampus Jalan Semolowaru Surabaya. Turut hadir ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA yang sekaligus menyerahkan Surat Keputusan pengangkatan Sukesi sebagai Gubes.

 

Prof Eddy Yunus, Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Cendekia Utama (YPCU), yayasan yang manaungi Unitomo mengatakan, untuk meraih Gubes yang merupakan gelar tertinggi di bidang akademis ini tidaklah mudah, perlu perjuangan dan keuletan. Ia sempat memuji Prof Sukesi perihal keuletannya. Menurutnya, keeuletan Prof Sukesi susah ditiru. Walaupun demikian, ia berharap keuletan Prof Sukesi ini dapat ditiru oleh para dosen di Unitomo yang sedang berjuang untuk meraih Gubes. “Jangan gampang menyerah,“ kata Prof Eddy Yunus.

 

Ia berharap di Unitomo ada yang menyusul lagi sebagai gubes-gubes sering dengan pembukaan Program Studi (S3) Doktor Manajemen Unitomo. “Makin banyak Gubes, Unitomo semakin bijaksana dalam arti bukan cashing saja yang kita ungkap tetapi kita menjadi orang-orang yang betul-betul suatu saat nanti ada sesuatu yang perlu diselesaikan, maka kita menjadi solusi untuk menyelesaikannya,” ungkapnya.

 

Rektor Unitomo, Siti Marwiyah mengatakan, hakikat utama Gubes salah satunya adalah kemampuan dalam berkontribusi untuk melahirkan karya-karya yang baik untuk kemaslahatan umat manusia, bangsa, dan negara. “Gubes baru ini semakin memperkuat Program S3 Manajemen yang merupakan Prodi ke-28 dan akan berdampak pada penilaian Unitomo semakin baik dan meningkat kualitasnya,” jelasnya.

 

Sementara itu, dalam orasi ilmiah yang disampaikan seusai pengukuhan, Prof Sukesi menyampaikan pemikiran tentang Digital Marketing dan Implikasinya Pada Behavioral Intentions Konsumen Produk UMKM. Menurutnya, UMKM di Indonesia yang umumnya mempunyai kelemahan di bidang keuangan dan pemasaran, bisa menanggulangi kelemahan itu dengan memanfaatkan sistem pemasaran digital, sehingga dapat menghemat biaya pemasaran. Beberapa keuntungan UMKM dalam memanfaatkan pemasaran digital antara lain mampu menjangkau pelanggan atau konsumen secara lebih luas dan cepat, karena kini jaringat internet sudah amat luas, mencapai hampir seluruh pelosok desa.

 

Pemanfaatan sistem pemasaran digital, papar Sukesi, juga bisa mempercepat pertumbuhan bisnis UMKM melalui jangkauan pelayanan yang luas, di samping juga membangun citra bisnisnya melalui program-program peningkatan kualitas pelayanan yang memuaskan konsumen. “Melalui pesan-pesan yang disebarkan melalui media digital, kalangan UMKM juga lebih bisa mempersuasi konsumen untuk mempercayai produknya, karena media digital secara karakter memungkinkan digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan bukan hanya dalam bentuk teks, tapi juga gambar, suara, dan video,” ujar wanita kelahiran Pacitan, 17 Februari 1963 ini.

 

Untuk mendukung keberhasilan pemanfaatan sistem pemasaran digital, tambah Sukesi, UMKM perlu melakukan upaya-upaya untuk menggugah atau membangkitkan niat konsumen untuk berperilaku (behavioral intention) atau membeli (behavioralto buy), dengan menyebarkan informasi yang mampu membentuk sikap positif melalui pembentukan kepercayaan dan perasaan suka konsumen kepada produk-produknya itu. “Hal ini bisa dilakukan antara lain dengan melalui kerja sama dengan pihak-pihak yang berkompeten seperti publik figure, dengan harapan mereka mampu membentuk norma subjektif konsumen yang positif, sehingga konsumen akhirnya mau mengikuti saran dari publik figure terebut,” jelas Sukesi, yang sehari-hari juga menjabat sebagai Kepala Program Studi Magister Manajemen FEB Unitomo.