Detail Berita

Image

Senin (15/11), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Sidoarjo menggelar Kuliah Umum dengan mengangkat tema ” Pemberdayaan Masyarakat Dalam Rangka Pengurangan Risiko Bencana dan Pengembangan Destinasi Wisata di Wilayah Rawan Bencana Kabupaten Sidoarjo”. Kegiatan dilaksanakan secara Daring atau online menggunakan zoom meeting sebagai media pertemuan.

 

Mengawali kegiatan, Rektor, Siti Marwiyah mengungkapkan kegiatan yang masih di tengah Pandemi ini mendapat dukungan luar biasa dari BNPB dan juga BPBD Provinsi Jawa Timur maupun Kabupaten Sidoarjo. “Kami sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung penh kegiatan KKN Tematik yang hingga saat ini masih memberikan kepercayaan Unitmo, PSBL dan LPPM serta Pusat Studi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Pusparekraf) Unitomo guna mendukung penuh pelaksanaan KKN kali ini”, ungkapnya.

 

Kegiatan yang diikuti sekitar 200 partisipan ini menghadirkan Lilik Kurniawan, Sekretaris Umum BNPB bersama Budi Santosa, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Jatim, dan Dwijo Prawito, Kalaksa BPBD Kabupaten Sidoarjo serta Sumeri, Sekretaris Camat Sedati sebagai narasumber. Dalam paparannya, Lilik Kurniwan mengatakan Unitomo merupakan kampus yang berani dan survive dalam penyelenggaraan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di tengah Pandemi Covid-19. “Kami mengapresiasi kampus Unitomo yang bisa bertahan dan terus berinovasi, bahkan bangkit di tengah tekanan Pandemi ini, terlebih untuk KKN Tematik kali ini juga memfokuskan dalam destinasi wisata yang memiliki risiko terdampak bencana. Ini merupakan pionir dan terobosan pengabdian yang sangat tepat guna bagi masyarakat”, ujarnya.

 

Dalam kesempatannya, Budi Santosa, Kalaksa BPBD Provinsi Jatim menamahkan kegiatan KKN-PPM Tematik Unitomo di bulan November sampai Desember benar-benar menghadapi intensitas curah hujan tinggi hingga menyebabkan bencana banjir dan angin kencang. “Hadirnya teman-teman mahasiswa KKN nantinya akan memberikan edukasi mitigasi bencana dan pengembangan destinasi wisata, sehingga masyarakat tangguh menghadapi bencana hidrometeorologi di tengah cuaca ekstrim la lina”, ujar Budi menambahkan.

 

Sementara itu, Vieta Cornelis, Ketua Pelaksana KKN Tematik mengatakan untuk mahasiswa peserta KKN harus tetap memerhatikan protokol kesehatan secara ketat saat terjun ke lapangan pada tanggal 20 November hingga 20 Desember 2021 nanti. “KKN kali ini akan dilaksanakan secara luring yang terbagi dalam kelompok – kelompok kecil dengan penjadwalan sesuai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang sudah kami susun”, kata Doktor Bidang Hukum ini.

 

Lebih lanjut, Hendro Wardhono menyampaikan dukungan edukasi kebencanaan harus terus didorong bukan saja sebatas materi suplemen namun masuk dalam kurikulum. Dalam KKN tahun ini, menginisiasikan bersama BNPB mewujudkan mitigasi bencana dan pengembangan destinasi wisata. “Tantangan untuk peserta KKN kali ini, mahasiswa harus bisa menyampaikan informasi ancaman yang bahasanya tidak menakutkan ketika didengar”, ujar Hendro yang juga Wakil Ketua Ikatan Ahli Becana Indonesia ini.