Detail Berita

Image

Jum’at (28/09), Alumni Teknologi Pangan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menggelar Seminar Nasional Pangan Fungsional I. Bertempat di Auditorium Ki. H. Moh. Saleh, kegiatan ini mengangkat tema “Seinergi Pangan Fungsional, Enterpreneur dan Pariwisata”.

Rektor, Bachrul Amiq yang datang dalam kegiatan ini mengatakan tema yang diangkat sangat pas dalam menelaah perkembangan pangan yang terjadi saat ini. “Hidup sehat itu sangat penting, terutama makanan yang kita konsumsi harus diperhatikan nilai gizinya. Bahan pangan kini menjadi perhatian, terlebih yang memiliki nilai gizi tinggi serta secara fungsional baik untuk tubuh”, ungkapnya.

Kegiatan yang dihimpun Alumni Teknologi Pangan Unitomo (ATOM) ini diikuti sekitar 300 peserta dari kalangan mahasiswa, pelaku usaha pangan, hingga pemerhati Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Selain peserta yang memiliki keterkaitan langsung dengan pangan fungsional, kegiatan ini mendatangkan Made Astawan, Ketua Forum Tempe Indonesia (FTI) memberikan paparan mengenai upaya pengembangan pangan local sebagai pangan fungsional  beserta Wakil FTI, Ibnu Edy Wiyono, memberikan paparan terkait Dinamika Pasokan dan Permintaan Kedelai di Indonesia. Selain itu Dadi H. Maskar, Konsultan United States Soybean Export Council (USSEC) memberikan paparan mengenai produksi dan pemasaran kedelai global. Dari sektor pengusaha, Setono Liem, Owner Tempe Hienak memberikan materi terkait tempe sebagai super food asli Indonesia masuk pasar dunia. Sementara itu Lukitasari, Pegiat UMKM Nasional memberikan paparan mengenai sejahtera bersama UMKM Jawa Timur.

Bambang Sigit Sucahyo, Ketua Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian (Kaprodi Tekpang FP) mengatakan kegiatan ini mempertemukan ahli bidang pangan fungsional, pengamat bidang komoditi bahan pangan/pertanian,  praktisi  dan  pegiat  kewirausahaan  khususnya  bidang  pangan,  praktisi bidang pariwisata serta multidisipliner lainnya untuk saling berbagi dan menguatkan upaya Sinergi Pangan Fungsional, Enterpreneur dan Pariwisata. “Kami mengharapkan ada keterkaitan yang harmonis untuk meningkatkan kualitas pangan di Indonesia agar bisa menembus pasar global”, ujarnya. (WILD)